Momen berbuka puasa kerap menjadi ajang 'balas dendam' dengan menyantap berbagai hidangan. Mulai dari yang manis hingga berlemak, bahkan dalam porsi besar.
Namun, ternyata bagi jantung adanya lonjakan lemak dan gula yang tiba-tiba bisa berakibat fatal. Lalu, bagaimana tips buka puasa agar tetap aman untuk kesehatan jantung?
Kakak dari YouTuber Fadil Jaidi yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, menyarankan untuk berbuka puasa dengan asupan yang tinggi serat, protein cukup, dan sumber lemak 'baik'.
"Banyak mitos yang bilang nggak boleh makan lemak sama sekali. Sebenarnya, itu lemak yang jenuh atau transfat, yang ultra-process food, hingga makanan bertepung yang digoreng berkali-kali," tuturnya saat ditemui di Cibubur, Rabu (11/2/2026).
dr Yislam lebih menyarankan untuk mengonsumsi lemak nabati dan hewani. Misalnya alpukat, tanpa tambahan susu atau gula berlebih.
Sebagai opsi lain, bisa juga makanan ditambah minyak zaitun dan kacang-kacangan, seperti almond dan hazelnut. Sebab, saat dimakan, lemak baik yang ada di dalamnya akan membuat lemak jahat menjadi turun.
"Kalau kolak lebih baik dikurangi sih, karena santennya. Nanti habis kolak, makan gorengan, nasi, itu yang jadi masalah," beber dr Yislam.
Selain itu, dr Yislam juga menganjurkan untuk mengonsumsi kurma saat berbuka puasa. Tanpa disadari, buah kering itu bisa sangat bermanfaat untuk tubuh yang sudah dehidrasi karena puasa sehari penuh.
"Kurma memiliki kemampuan untuk rehidrasi tubuh, makanya jadi sunnah Rasul juga kan. Jadi dengan mengonsumsi kurma dan minum air, dia bisa membantu yang tadinya tubuh kita kondisi dehidrasi, dia bisa rehidrasi dengan baik," terangnya.







