Nelangsa Penjual Jamu di Jaktim Korban Hipnotis, Tabungan Rp20 Juta dan Cincin Emas Raib
Rr Dewi Kartika H February 25, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Jerih payah Mujiem (52) menyisihkan uang dari menjajakan jamu keliling di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur lenyap akibat jadi korban hipnotis.

Uang tabungan sekaligus modal berdagang sebesar Rp20 juta dan dua cincin emas ditaksir seharga Rp5,2 juta miliknya raib digondol pelaku hipnotis pada Sabtu (21/2/2026) malam.

Padahal uang tersebut merupakan hasil keuntungan yang dia sisihkan dari jerih payahnya mengayuh sepeda menjajakan jamu keliling selama beberapa tahun terakhir.

"Itu sehari (disisihkan) ada Rp50 ribu, ada Rp100 ribu. Kalau ada yang pesen banyak kadang Rp400 ribu, tak ceburin (masuk tabungan) semua tuh. Ceburin ke celengan," kata Mujiem, Rabu (25/2/2026).

Pelaku yang menggasak uang tabungan dan dua buah cincin emas Mujiem merupakan seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun, namun identitas pastinya belum diketahui.

Dalam aksinya pelaku menggunakan modus berpura-pura hendak memesan jamu dalam jumlah banyak, dan memberikan bantuan sembako kepada warga dhuafa di Kebon Pala.

Saat awal kejadian Mujiem mengaku sempat tidak percaya dan merasa janggal, tapi pelaku berpura-pura seolah sudah mengenal korban sejak lama dan menjadi pembeli jamu langganan.

Ucapan pelaku yang mengaku mengenal korban ini membuat Mujiem lambat laun percaya, bahkan menuruti seluruh perkataan pelaku layaknya orang terhipnotis.

"Saya tuh percaya, nurut. Diapa-apain menurut saja. Dia minta saya duduk menunggu di depan, sementara dia di dalam alasannya salat dan mandi sampai satu jam saya diam saja," ujar Mujiem.

Saat pelaku mengajaknya untuk pergi ke luar dengan dalih mengambil paket sembako bagi anak yatim dan janda di lingkungan sekitar, Mujiem terus menuruti permintaan pelaku.

Ketika pelaku meminta korban turun di tepi Jalan Jengki dengan dalih menunggu paket sembako pun Mujiem tetap tidak menaruh curiga, pun saat itu pelaku pergi memacu sepeda motornya.

Mujiem baru memperoleh kesadarannya kembali setelah sekitar satu jam menunggu di tepi Jalan Jengki, lalu bergegas berlari pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter.

"Saya tungguin itu katanya mau ngambil sembako, tapi nggak datang. Aku disuruh tungguin tuh di situ. Saya takut di situ, karena sudah jam 23.00 WIB. Saya menunggu saja di situ," tutur Mujiem.

Nahas saat tiba di rumah dia mendapati tas berisi uang tabungan senilai Rp20 juta dan dua cincin emas yang diperkirakan seharga Rp5 juta raib digondol perempuan pelaku hipnotis tersebut.

Atas kejadian dialami Mujiem berencana melaporkan kasus dialami ke SPKT Polsek Makasar, dengan harapan pelaku dapat diamankan dan uang tunai berikut perhiasan emasnya dapat kembali.

Barang bukti berupa rekaman CCTV saat Mujiem dibonceng menaiki sepeda motor pelaku, lalu ditinggalkan di tepi Jalan Jengki pun sudah didapat untuk memperkuat laporan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.