Cerita Khairul Anggota Damkar Depok yang Diteror Usai Bikin Konten Soal Helm, Alamat Rumah Diungkap
Rr Dewi Kartika H February 25, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, Khairul Umam, mengaku menerima teror usai membuat konten yang menyinggung perihal penggunan helm. 

Dalam video, Khairul menjelaskan helm dirancang untuk melindungi kepala bukan untuk melukai kepala. 

Konten itu diduga disalahartikan sebagai sindiran terhadap kasus dugaan kekerasan oleh aparat kepolisian, di mana seorang pelajar SMP di Tual, Maluku meninggal dunia setelah dipukul menggunakan helm.  

Khairul mengaku mendapat dua kali teror melalui chat pribadi Whatsapp pada Selasa (24/2/2026) malam dan Rabu (25/2/2026) pagi. 

Awalnya, pengirim pesan mengaku sebagai penggemarnya, baik sebagai komika maupun petugas Damkar. 

“Jadi terornya tuh di Whatsapp semua. Seperti yang saya bikin di story, ya awalnya dia ngaku jadi sebagai fans lah gitu-gitu segala macem,” ucap Khairul saat dihubungi Kompas.com, 

Dalam pesan pertama, pengirim meminta Khairul berhati-hati dan menyarankan agar ia menjaga keselamatannya. 

“Ternyata ujung-ujungnya malah bilang saya harus pakai helm, jaga keselamatan saya, suruh minta sowan sama orangtua saya gitu-gitu,” kata Khairul. 

Pesan kedua bernada serupa, disertai kalimat yang membuatnya merasa terancam. 

“Ya halus-halus sih halus-halus gitu. Soalnya sempet juga dia ngomong, 'tunggu saya, ada kejutan buat kamu',” kata dia. 

Menurut Khairul, pengirim pesan juga menyebut alamat lengkap rumahnya dan rumah istrinya, serta mengetahui nama orangtuanya. 

“Alhamdulillah untuk saat ini buat keluarga sih masih aman-aman aja ya. Meskipun dia tuh nyampein alamat lengkap rumah saya dan rumah istri saya. Untungnya dia nggak tau alamat rumah orangtua saya," imbuh dia. 

Ingin Edukasi

Konten tersebut sempat dikaitkan dengan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum aparat dari Korps Brimob Polri.

“Saya memang bikin konten itu cuma sekadar mengingatkan cara pakai helm dan yang pakai helm kan teman-teman saya juga pada pakai helm. Tidak ada niatan ke sana (menyindir)," ucap Khairul.

Menurut dia, tidak ada narasi dalam kontennya yang secara spesifik menyinggung institusi mana pun. 

Ia hanya ingin mengingatkan fungsi utama helm sebagai alat pelindung kepala saat berkendara.

“Saya adakah narasi atau caption saya, narasi-narasi yang memang mengarah ke sana atau ada narasi-narasi yang menyebutkan instansi atau segala sesuatunya? Itu kan tidak,” tutur Khairul. 

Ia menegaskan, konten yang dibuatnya murni bertujuan edukasi dan hiburan. 

Meski begitu, Khairul Umam mengaku tidak bisa mengontrol bagaimana setiap orang menafsirkan konten yang ia buat. 

Ia menegaskan, yang dapat ia kendalikan hanyalah isi dan pesan dari kontennya, bukan respons publik.

“Kalau misalnya emang ada yang ngerasa tersinggung, yang saya pelajarin ya maksudnya yang bisa saya kontrol adalah apa yang saya buat dan apa yang saya bikin, ketika respon dari orang lain itu kan saya nggak bisa kontrol,” kata dia. 

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Beri Perlindungan, LPSK Bakal Temui Keluarga Pelajar Korban Penganiayaan Oknum Brimob

  • Baca juga: Anggota Damkar Depok Khairul Umam Kena Teror, Dapat 2 Pesan Misterius: "Tunggu Saya, Ada Kejutan"

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.