Kantor Polda DIY Diserang, Direktur Etikanet Ingatkan Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Tak Anarkis
Dodi Hasanuddin February 25, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Etikanet Wahyu Irawan mengingatkan mahasiswa agar menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, terutama di bulan suci Ramadhan.

Ia menegaskan tindakan anarkis justru mencederai nilai demokrasi dan merusak citra gerakan mahasiswa.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu menyusul insiden penyerangan oleh sekelompok massa pemuda dan mahasiswa terhadap kantor Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa malam (24/2/2026). 

"Peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran agar penyampaian pendapat tidak keluar dari koridor hukum," katanya dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (25/2/2026). 

Baca juga: Ini Pesan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Temui Perwakilan Massa Aksi di Polda DIY

Sebagai mantan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Islam Djakarta (UID), Wahyu prihatin aksi anarkis terjadi di bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum pengendalian diri. 

“Mahasiswa memiliki hak konstitusional menyampaikan aspirasi, tetapi kekerasan dan perusakan fasilitas publik jelas bertentangan dengan hukum dan prinsip demokrasi,” katanya. 

Menurutnya, dari sisi hukum, tindakan kekerasan bisa dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan bersama-sama, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, serta Pasal 212–214 KUHP terkait perlawanan terhadap aparat yang menjalankan tugas.

Selain itu, UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum melarang aksi yang berujung perusakan dan kekerasan. 

"Adek-adek mahasiswa ini penting menaati aturan tersebut demi kelancaran demokrasi," tuturnya. 

Baca juga: Rismon Minta Jokowi Patuh Hukum Jika Dipanggil Polda DIY: Kita Dilaporkan ke Polda DKI, Kita Datang

Wahyu juga menekankan nilai-nilai keislaman di bulan suci Ramadhan, termasuk sabar dan akhlak mulia. 

"Jika kita merujuk ayat Quran Surat Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa bertujuan menumbuhkan ketakwaan dan hadits bahwa seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” jelasnya. 

Wahyu juga ingatkan kepada kelompok mahasiswa yang tengah marak adanya ajakan aksi di berbagai platform media sosial menjelang demonstrasi di Jakarta pada 27–28 Februari 2026, yang menurut informasi melibatkan konsolidasi sejumlah mahasiswa kampus di Jakarta. 

"Informasi medsos bisa jadi alarm bagi aparat keamanan, ada beberapa kelompok diketahui mulai merapatkan barisan sejak Senin malam (23/2), termasuk pertemuan di lingkungan kampus UPN Veteran Jakarta. Kita belajar dari kejadian aksi rusuh dan penyerangan Polda DIY semalam (24/2) jangan sampai peristiwa yang merusak merugikan masyarakat," tuturnya.

Wahyu juga mengingatkan agar aparat keamanan siapkan mitigasi aksi anarkis, dan mahasiswa menjunjung tinggi hukum serta demokrasi. 

“Aspirasi harus disampaikan damai dan bermartabat, bukan melalui kekerasan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.