TRIBUNTRENDS.COM - Jagat maya mendadak riuh oleh beredarnya sebuah video berdurasi 23 detik. Rekaman singkat itu memantik emosi dan tanda tanya, lantaran memperlihatkan detik-detik pembongkaran sebuah warung milik warga.
Dalam video tersebut, Suheni, sang pemilik warung, tampak menangis histeris saat lapaknya diratakan.
Peristiwa itu diketahui terjadi di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
Meski durasinya singkat, video tersebut menyajikan suasana yang begitu mencekam dan menyayat hati.
Baca juga: Penjelasan Kades Soal Rumah di Grobogan Dibelah Jadi Dua, Konflik Rumah Tangga Berlangsung Lama
Seiring viralnya rekaman tersebut, beredar informasi yang menyebut bahwa oknum lurah berinisial T alias Taslikhin diduga menawarkan agar warung milik korban tidak dimasukkan dalam daftar penertiban dengan syarat memberikan “jatah”.
Namun, meski permintaan tersebut disebut telah dipenuhi oleh pemilik warung, pembongkaran tetap dilakukan oleh pihak terkait.
Situasi ini memicu kekecewaan mendalam dan menimbulkan tanda tanya besar dari pihak pemilik usaha. Mengapa pembongkaran tetap berlangsung meski disebut ada kesepakatan sebelumnya? Pertanyaan-pertanyaan itu pun mengemuka di ruang publik.
Rekaman video tersebut memperlihatkan suasana yang tegang. Suheni terlihat panik ketika sejumlah petugas mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban. Isak tangisnya pecah, tak terbendung.
“Ndi Lurahe dikon mene, Lurahe njaluk dikeloni nyong yo gelem (Mana Kadesnya suruh ke sini, dia minta tidur bareng aku ya mau),” ucapnya sambil teriak-teriak.
Diketahui, personel Satpol PP bersama aparat keamanan lainnya berada di lokasi untuk melakukan pembongkaran warung.
Di tengah proses itu, tangis Suheni semakin menjadi-jadi, memperlihatkan betapa berat situasi yang dihadapinya saat itu.
Video tersebut kemudian viral di media sosial dan menyedot perhatian luas. Sejumlah warga mendesak aparat berwenang turun tangan guna memastikan kebenaran dugaan yang beredar, sekaligus menindaklanjuti jika benar ditemukan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan kekuasaan.
Menanggapi viralnya rekaman tersebut, Kepala Desa Kaladawa, Taslikhin, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa peristiwa dalam video itu sebenarnya terjadi cukup lama, tepatnya pada tahun 2023.
Taslikhin menegaskan bahwa dirinya merasa dirugikan atas kembali beredarnya video yang menampilkan suasana mencekam tersebut. Menurutnya, persoalan itu telah lama diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya kaget kok rekaman video tersebut muncul lagi. Masalah sudah lama dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Taslikhin dikutip TribunTrends dari tvOne, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: Jeritan Histeris Suheni, Pemilik Warung di Tegal Bongkar Skandal Permintaan Tak Senonoh Oknum Kades
Taslikhin juga menegaskan bahwa motif pembongkaran tersebut bukan persoalan pribadi. Ia menyebut peristiwa itu dipicu oleh kesalahpahaman antara pemilik warung dan pemerintah desa.
Menurutnya, ketika insiden dengan Suheni semakin ramai diperbincangkan, pemerintah desa segera menggelar musyawarah.
Ia juga menyampaikan bahwa Suheni selaku pemilik warung telah meminta maaf atas kesalahpahaman yang berujung pada pembongkaran tersebut.
Karena itu, Taslikhin menyayangkan permasalahan lama yang sudah diselesaikan kembali mencuat ke publik.
Menurutnya, kemunculan kembali video lama tanpa konteks penyelesaian yang menyertainya sangat rentan menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat dan memperkeruh suasana di ruang publik.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)