Pertanyaan:
“Apa saja jenis kolesterol dalam tubuh dan apa saja perbedaannya?”
(Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam arsip Healthy Talk ‘Cegah Kolesterol Naik Saat Lebaran’ pada Jumat, 21/4/2023)
Jawaban Ahli Gizi RS Nirmala Suri Sukoharjo, R. Radyan Yaminar, S.Gz, dalam kutipan langsung:
“Jadi kalau lemak itu kan lemak secara total, ya, artinya lemak.
Tapi kalau kolesterol, kolesterol itu adalah lemak yang fungsinya adalah beredar dalam tubuh, jadi dalam bentuk kolesterol.
Jadi nanti dia yang beredar di dalam sirkulasi darah.
Nah, terus nanti LDL biasanya kita sebutnya dengan lemak jahat ya, itu adalah yang juga beredar di dalam kemudian membawa kolesterol ya.
Terus habis itu VLDL, Very Low Density Lipoprotein, itu adalah yang membawa trigliserida.
Nah, trigliserida juga bersama kolesterol nanti berada di dalam tubuh.
Nah bedanya trigliseda dengan kolesterol, trigliserida ini dia lemak yang disimpan dalam tubuh, jadi dia bukan bentuk yang beredar, tapi dia lemak yang disimpan dalam tubuh.
Nah, ada namanya HDL.
HDL ini adalah dia lemak baik ya.
HDL ini berfungsi adalah jika kadar kolesterol kita terlalu banyak, HDL ini dia akan menangkap kolesterol dan membuangnya ke dalam hati biar nanti diproses di hati.
Jadi nanti HDL ini dia berfungsi atau bagus untuk menurunkan kolesterol itu.”
Baca juga: 5 Cara Cegah Asam Urat Kambuh Mendadak, Lebaran Bebas Nyeri
Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kolesterol sebenarnya tidak selalu berdampak buruk.
Senyawa lemak ini berperan penting dalam metabolisme tubuh, seperti membantu mengubah sinar matahari menjadi vitamin D.
Namun, masalah kesehatan muncul ketika kadarnya berlebihan dalam darah.
Kolesterol terbagi menjadi beberapa jenis.
LDL dikenal sebagai lemak jahat yang dapat menumpuk di pembuluh darah, sementara HDL adalah lemak baik yang membantu membuang kelebihan kolesterol.
Yang ketiga adalah trigliserida merupakan lemak yang disimpan sebagai cadangan energi.
Selama berpuasa, kadar kolesterol cenderung menurun karena tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Kekhawatiran muncul saat Lebaran, di mana pola makan berubah drastis dengan konsumsi makanan bersantan, berlemak, dan berprotein tinggi secara berlebihan.
Untuk mencegah lonjakan kolesterol, dibolehkan tetap menikmati hidangan Lebaran namun secara bertahap.
Lambung yang terbiasa mengecil selama puasa perlu beradaptasi agar tidak kaget.
Jika mengalami gejala atau memiliki riwayat kolesterol tinggi, langkah paling tepat adalah melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Jangan hanya mengandalkan mitos seperti minum air hangat yang dipercaya dapat menurunkan kolesterol, karena secara ilmiah hal tersebut tidak terbukti.
Dengan menjaga keseimbangan pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat, perayaan Lebaran dapat tetap meriah tanpa mengorbankan kesehatan.
(TribunHealth.com)