Target PAD Pemkot Manado 2026 Rp500 Miliar, Sektor Pariwisata dan UMKM Akan Digelorakan
Alpen Martinus February 26, 2026 08:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sejumlah strategi dibuat oleh Pemkot Manado untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026.

Jumlah target PAD mencapai Rp500 miliar.

Harus bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

Baca juga: Siasati Pemotongan Anggaran, Pemkot Manado Targetkan PAD Rp 500 Miliar

Pasalnya Pemkot Manado mengalami pemotongan anggaran transfer daerah sebesar Rp 240 miliar. 

Hal ini dibeber oleh Asisten II Pemkot Manado Atto Bulo dalam Forum Perangkat Daerah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di aula kantor Walikota Manado, Selasa (25/2/2026).

"Target PAD kita Rp500 miliar," katanya. 

Sebut dia, target tersebut akan berupaya dicapai.

Pihaknya akan menggelorakan pariwisata serta kegiatan ekonomi UMKM. 

"Kita gelorakan pariwisata dan ekonomi," katanya. 

Pihaknya berupaya menyiasati dampak dari pemotongan anggaran tersebut dengan menggenjot PAD. 

"Kita genjot PAD," katanya. 

Atto hakul yakin target PAD tersebut akan tercapai. 

Tegak lurus

Sebelumnya Wali Kota Manado Andrei Angouw menegaskan bahwa program Pemkot Manado tegak lurus dengan visi misi Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus. 

Hal itu dikatakannya dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di aula kantor Walikota Manado, Selasa (25/2/2026).

"Program kita harus sesuai visi misi Presiden dan Gubernur Sulut," katanya. 

Bebernya, pariwisata akan jadi program andalan ke depannya. 

Hal ini sesuai arahan Presiden. 

"Pariwisata akan jadi andalan," kata dia. 

Menurut Andrei, pembangunan pariwisata bukan berarti semua anggaran terpusat di Dinas Pariwisata. 

Dikatakannya, pengembangan pariwisata berlangsung holistik. 

"Contoh kita harus bikin jalan, saluran air, kebersihan dan keamanan, jika tidak ada hal - hal itu mana mungkin turis akan datang," katanya. 

Fokus pembangunan lainnya sesuai arahan Presiden adalah pemberantasan kemiskinan ekstrem. 

Pihaknya concern untuk memutus rantai kemiskinan.

"Hal lainnya adalah penataan kota, transportasi serta sampah," kata dia. 

Tanggalkan ego sektoral

Andrei meminta perencanaan dilakukan dengan baik. 

Prinsip money follow program harus diterapkan. 

"Program menunjang visi dan misi, bukan sekedar ada fungsi lalu anggaran ditempatkan di situ," katanya. 

Ia menerangkan, semua program harus terukur. 

Indikatornya jelas. Pun dengan output. 

Agar eksekusi mulus, Andrei meminta, agar ego sektoral ditanggalkan. 

"Berdasarkan pengalaman, Ego sektoral sangat kuat, ini musti ditanggalkan, " kata dia.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Kota Manado, Atto RM Bulo SH, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Manado Marcos Kairupan ST, serta anggota DPRD Kota Manado antara lain Reza Rumambi dan Yasir Taruh.

Turut hadir Kepala BPS Kota Manado, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian, camat, serta delegasi forum perangkat daerah dari seluruh kecamatan. (ART)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.