'Lu Pakai Duit Pajak Rakyat!', Amuk Dirut LPDP Hadapi Alumni yang Lupa Daratan, Minta Jaga Etika
Sinta Darmastri February 26, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Polemik mengenai alumni LPDP yang justru membanggakan status warga negara asing dan terkesan meremehkan tanah air mencapai puncaknya. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, tidak lagi bisa membendung kegeramannya. Dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan Kompas TV (25/2/2026), ia melontarkan teguran keras yang langsung menjadi pembicaraan hangat di ruang publik.

Bagi Sudarto, ini bukan sekadar soal perpindahan domisili, melainkan soal etika dan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

Tamparan Keras: Antara Gelar Mentereng dan Uang Rakyat

Sentimen kacang lupa kulitnya terasa kental dalam pernyataan Sudarto. Ia mengingatkan dengan nada tinggi bahwa kemewahan studi di luar negeri yang dinikmati para penerima beasiswa bukanlah hadiah cuma-cuma, melainkan titipan dari setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat Indonesia.

“Lu pakai duit pajak. Jangan lupa itu. Lu pakai duit pajak,” tegas Sudarto dengan nada bicara yang meledak-ledak.

Ia menekankan bahwa LPDP adalah investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas. Oleh karena itu, setiap alumni memikul tanggung jawab moral yang jauh lebih berat daripada sekadar meraih gelar S2, S3, atau postdoctoral.

Baca juga: LPDP Sedang Hitung Denda Arya Suami Tyas Saset, Beasiswa S2-S3 Belanda Kini Menjadi Utang Raksasa

Sanksi Ekstrem: Dari Ganti Rugi Hingga Daftar Hitam Publik

Kasus Dwi Sasetyaningtyas (DS) dan suaminya yang viral di media sosial menjadi pemantik utama tindakan tegas ini. LPDP kini tengah bergerak cepat melakukan langkah-langkah hukum dan administratif:

  1. Audit Dana Total: LPDP sedang menghitung secara mendetail seluruh biaya yang dikeluarkan negara untuk pasangan tersebut sejak tahun 2015.
  2. Wajib Kembalikan Uang: "Uang harus dikembalikan, sedang kita hitung-hitung. Ini akan menjadi domain publik dan pasti kita umumkan," ujar Sudarto.
  3. Opsi Sanksi Sosial: Ada rencana untuk memajang nama-nama alumni yang membangkang di situs resmi LPDP agar masyarakat tahu siapa saja yang tidak amanah.

Baca juga: LPDP Minta Maaf dan Semprot Tyas Alumnus Viral yang Bangga Anaknya Jadi WNA: Lu Pakai Duit Pajak!

Evaluasi Total: Memperketat Pintu Masuk

Sudarto mengakui bahwa kejadian ini menjadi momentum koreksi internal yang besar. Meskipun mayoritas alumni telah mengabdi dengan luar biasa di berbagai pelosok, satu atau dua oknum yang "nir-etika" cukup untuk merusak kepercayaan publik.

Rencananya, sistem seleksi dan pembekalan akan dirombak total:

  • Background Checking: Penelusuran rekam jejak akan dilakukan lebih mendalam lewat lembaga berwenang.
  • Perpanjangan Masa PK: Durasi Persiapan Keberangkatan (PK) yang sebelumnya hanya satu minggu akan dikaji ulang agar materi wawasan kebangsaan lebih meresap ke sanubari calon mahasiswa.

Baca juga: Daftar Kontribusi Dwi Sasetyaningtyas untuk Indonesia Setelah Lulus LPDP, Jejak 9 Tahun Pengabdian

Investasi, Bukan Sekadar Hadiah

Pada akhirnya, LPDP adalah kontrak sosial. Di balik setiap tiket pesawat dan biaya hidup mahasiswa di London, Boston, atau Tokyo, ada harapan jutaan pembayar pajak di Indonesia.

"Harapan masyarakat membentuk dana abadi ini adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas. Jangan dikhianati," Sudarto menutup dengan pesan yang menggema kuat.

(TribunTrends.com/WartaKota.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.