BANJARMASINPOST.CO.ID- MAKANAN Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan meski memasuki Ramadan yang notabene waktunya tak makan siang bagi Umat Islam.
Meski begitu, metode pembagian dan menu MBG yang disajikan pun mengalami perubahan untuk menyesuaikan momentum orang berpuasa.
Kini, MBG yang dibagikan kepada para siswa dari SD sampai SMA dibagikan untuk persiapan berbuka puasa bagi Umat Islam.
Selain itu, menunya pun berubah. Jika biasanya nasi, sayur plus lauk pauk, kini menu yang dibagikan pada para siswa berupa makanan yang awet, atau tidak cepat basi mulai telur rebus hingga roti.
Nah, menu MBG yang dibagikan inilah yang menjadi sorotan warga, terutama para orangtua siswa yang kebanyakan sejak awal tak ‘merestui’ MBG dibagikan selama Ramadan.
Alasannya, selain momentum puasa, juga dianggap percuma, karena bulan Ramadan, makanan melimpah ketika berbuka. Cukup datang ke masjid atau langgar, telah tersedia makanan yang memadai.
Setelah MBG tetap dibagikan, menunya menjadi sorotan. Ada yang cuma berisi telur, roti pakai ceres coklat, pisang dan kacang. Bahkan, ada yang membagikan kue kering yang ternyata sudah berjamur. Hal terjadi di mana-mana, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel).
Alasannya, menurut sejumlah SPPG, anggaran untuk menu MBG selama Ramadan bukan Rp 15 ribu seperti sebelumnya, tapi kisaran Rp 8.000 - Rp 10.000. Akhirnya, mereka tak bisa optimal menyediakan makanan ‘bergizi’ bagi para siswa.
Nah, sesuai dengan tujuan programnya, MBG semestinya menyediakan makanan bergizi bagi para siswa untuk mencegah stunting. Lantas, dengan menu yang disajikan selama Ramadan dengan sajian ‘ala kadarnya’ itu sudah sesuai standar gizi? Sepertinya tidak.
Jika berkaca dari standar makanan sehat menurut Kemenkes RI dengan panduan “Isi Piringku” yang menekankan gizi seimbang, setiap porsi makan terdiri dari setengah piring sayur dan buah, serta setengah piring makanan pokok dan lauk-pauk.
Panduan ini menggantikan 4 Sehat 5 Sempurna, berfokus pada variasi makanan lokal, batasi gula, garam, lemak, serta menjaga kebersihan dan berat badan.
Bahkan, ada panduan detilnya, makanan pokok mencakup sepertiga dari setengah piring yang berisi sumber karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, ubi, singkong, atau produk olahannya seperti mi/roti.
Kemudian, lauk pauk juga sepertiga dari setengah piring yang merupakan sumber protein hewani dan nabati seperti ikan, ayam, daging, telur, tempe dan tahu.
Kemudian sayuran mencakup dua pertiga dari setengah piring yang meliputi sayur mayur dengan porsi lebih banyak dari buah. Sedangkan buah-buahan mencakup sepertiganya dari setengah piring. Ini belum lagi syarat lain dengan membatasi gula, garam dan lemak atau minyak.
Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas per hari.Panduan ini bertujuan memenuhi kecukupan gizi harian yang beragam, tidak hanya berfokus pada kenyang, tetapi juga pada nutrisi mikro dan makro yang seimbang. Nah, sudah bergizikah MBG? (*)