Wajah Mahasiswi UIN Bersimbah Darah Dibacok Pakai Kapak di Ruang Sidang Seminar, Pelaku Teman Dekat
Murhan February 26, 2026 02:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Wajah mahasiswi bernama Farah bersimbah darah di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau.

Penyebabnya, mahasiswi semester 8 Fakultas Syariah Ilmu Hukum itu dibacok seorang seorang pria menggunakan kapak pada Kamis (26/2/2026).

Peristiwa berdarah itu terjadi di ruang sidang seminar fakultas.

Ketika itu, seorang pria datang membawa kapak dan langsung membacok bagian wajah Farah.

Farah yang mengenakan pakaian putih dan hitam, langsung jatuh bersimbah darah.

Beredar kabar bahwa pria pelaku pembacokan tersebut adalah kekasih korban sendiri.

Baca juga: Akui Sempat Heboh, Ini Kata Ketua RT Soal Kabar Penampakan Kuyang di Landasan Ulin Banjarbaru

Kronologi Kejadian

Menurut seorang saksi mata, pelaku datang ke kampus dan langsung menuju ruang sidang hasil seminar.

Mahasiswa lain yang melihat kejadian tidak berani mendekat karena pelaku membawa kapak.

"Di dalam ruang sidang itu sudah dikapaknya, kebetulan belum mulai sidangnya, keluar sudah berdarah, orang lain nggak ada yang berani menolong," ujar Aisyah, seorang mahasiswi yang melihat kejadian, dilansir Tribunpekanbaru.com.

Setelah sempat disanderanya dalam kondisi berdarah, akhirnya petugas keamanan kampus mendatangi pelaku hingga korban dilepaskan.

Sementara korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

"Korbannya sudah dibawa ke RS Bhayangkara, pelaku juga sudah ditangkap tadi," ujar Aisyah.

Kondisi Korban

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Alfi Syahrin, memastikan kondisi mahasiswi korban kini dalam keadaan stabil.

Saat dikonfirmasi, Alfi mengaku masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendampingi korban yang tengah menjalani perawatan intensif.

“Saat ini korban sedang dilakukan perawatan di ruang IGD dan kondisinya stabil. Alhamdulillah sudah dilakukan tindakan dan sudah dioperasi di bagian lukanya dan sudah membaik,” ujar Alfi, Kamis (26/2/2026).

Menurut Alfi, pihak kampus masih menunggu informasi lengkap sebelum menyampaikan pernyataan resmi.

“Saya belum dapat informasi yang valid terkait motifnya, kita tunggu saja nanti dari kampus akan ada press rilisnya. Kami belum bisa kasih keterangan yang lengkap, karena saya masih fokus mengurusi korban di rumah sakit,” tegasnya.

Pihak kampus memastikan akan menyampaikan keterangan resmi setelah seluruh informasi terkumpul, sembari fokus pada pemulihan kondisi korban.

Sementara itu, pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Polsek Tampan untuk proses hukum lebih lanjut. 

"Dekan dan wakil dekan tadi juga sudah mendatangi kantor polisi guna berkoordinasi terkait penanganan kasus tersebut," katanya. 

Persoalan Asmara

Seorang mahasiswa yang mengaku teman dekat pelaku dan meminta namanya tidak disebutkan mengungkap, aksi nekat itu diduga dipicu persoalan asmara.

Menurutnya, pelaku dan korban merupakan mahasiswa satu jurusan dan semester yang sama. 

Keduanya disebut-sebut tengah dekat dan dalam tahap pendekatan atau pedekate, meski belum resmi berpacaran.

“Mereka memang dekat, sering komunikasi karena satu jurusan dan satu semester. Belum pacaran, tapi si pelaku ini merasa ada harapan,” ungkapnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menyebut, pelaku diduga merasa korban memberikan sinyal untuk menjalin hubungan lebih serius. Namun situasi berubah ketika pelaku mengetahui korban ternyata telah memiliki kekasih.

“Pas dia tahu korban sudah punya cowok, dia kecewa dan marah. Mungkin merasa dibohongi atau berharap lebih,” katanya.

Kekecewaan itu diduga memuncak hingga pelaku nekat datang ke kampus membawa kapak dan melakukan penyerangan di ruang sidang seminar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Seperti diketahui, korban bernama Farah, mahasiswi semester 8, diserang sebelum seminar dimulai. Seorang saksi mata, Aisyah, menggambarkan suasana panik saat kejadian berlangsung.

“Di dalam ruang sidang itu sudah dikapaknya, kebetulan belum mulai sidangnya. Keluar sudah berdarah, orang lain nggak ada yang berani menolong,” ujarnya.

Mahasiswa lain tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam dan sempat menyandera korban dalam kondisi terluka. Petugas keamanan kampus akhirnya berhasil mengamankan pelaku, sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan.

Menanggapi peristiwa ini, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Alfi Syahrin, membenarkan bahwa pelaku dan korban merupakan mahasiswa aktif dari jurusan serta semester yang sama.

“Korban dan pelaku adalah dua-duanya mahasiswa semester dan jurusan yang sama. Untuk motifnya saya belum bisa mengungkapkan,” ujar Alfi.

Ia menegaskan, pihak kampus masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian sebelum menyampaikan pernyataan lengkap terkait motif.

“Saya belum dapat informasi yang valid terkait motifnya, kita tunggu saja nanti dari kampus akan ada press rilisnya,” tambahnya.

Alfi juga memastikan kondisi korban saat ini stabil setelah menjalani tindakan medis.

“Saat ini korban sedang dilakukan perawatan di ruang IGD dan kondisinya stabil. Alhamdulillah sudah dilakukan tindakan dan sudah dioperasi di bagian lukanya dan sudah membaik,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Polsek Tampan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kampus menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sambil fokus pada pemulihan kondisi korban.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunpekanbaru.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.