Sosok Hafiz Mahendra Sopir Ugal-ugalan di Jakarta, Akui Panik Tak Bawa SIM & STNK Saat Beli Dimsum
Candra Isriadhi February 26, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM Nasib apes menimpa Hafiz Mahendra (24).

Pemuda tersebut kini hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat usai aksinya memicu amarah warga.

Hafiz diketahui merupakan pengemudi mobil Toyota Calya yang menjadi sasaran amukan massa lantaran nekat melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) sore.

PENGEMUDI UGAL-UGALAN - Hafiz Mahendra (24) kini hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat. (YouTube/iNews/Instagram Jakarta.Terkini)

Insiden tersebut sontak viral di media sosial.

Sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan detik-detik mobil berpelat nomor D-1640-AHB itu dikerumuni warga dan para pengendara lain yang geram dengan tindakannya.

Dalam rekaman yang beredar, suasana di lokasi tampak ricuh.

Baca juga: Pengakuan Anak SMP Bunuh Kakak di Kelapa Gading, Khilaf, Ibu Bantah Pilih Kasih: Kejadiannya Cepat

Bagian kaca kendaraan terlihat pecah, sementara bodi mobil mengalami sejumlah kerusakan akibat amukan massa.

Sejumlah warga terekam memukul-mukul kendaraan tersebut.

Di saat bersamaan, arus lalu lintas di sekitar Jalan Gunung Sahari pun tersendat karena banyak pengendara yang berhenti untuk melihat kejadian itu.

Akibat peristiwa tersebut, Hafiz akhirnya diamankan petugas dan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Metro Jakarta Pusat.

Pengakuan Hafiz

SASARAN AMUKAN MASSA - Sebuah mobil minibus menjadi sasaran amukan massa usai diduga melaju ugal-ugalan dan melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) sore.
SASARAN AMUKAN MASSA - Sebuah mobil minibus menjadi sasaran amukan massa usai diduga melaju ugal-ugalan dan melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) sore. (Instagram/@jakarta.terkini)

Hafiz mengaku berkendara ugal-ugalan lantaran panik tidak membawa surat kendaraan.

"Saya enggak bawa SIM, enggak punya SIM (Surat Izin Mengemudi) sama enggak bawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Tadinya saya takut, takutnya ditilang," kata Hafiz dikutip TribunJakarta.com dari akun Youtube iNews, Kamis (26/2/2026).

Warga Sidoarjo, Jawa Timur mengaku tidak mengetahui jalan di kawasan tersebut. Ia mengendarai kendaraan dari Surabaya menuju Karawang.

Lantas, ia bertujuan ke Ancol bersama kekasihnya. Peristiwa itu terjadi setelah Hafiz dengan pacarnya membeli dinsum.

"Habis dari Beli Dimsum terus kita lanjut mau lanjut ke Karawang mau lanjut ke Ancol terus malah udah gitu," ujarnya sambil tertunduk.

Mengenai alasan dirinya tidak menghentikan kendaraannya, Hafiz mengaku sangat panik saat itu.

"Karena udah lawan arah sudah enggak bisa berhenti. Panik banget," imbuhnya.

Baca juga: Plot Twist Masa Lalu Lindi Fitriyana Calon Istri Virgoun, Mantan Pacar Bongkar Isu Kehamilan & Janda

Dites Urine

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan penyebab kemarahan warga lantaran sang sopir ugal-ugalan dalam berkendara.

Mobil tersebut diketahui memang kabur ketika hendak dihentikan oleh anggota kepolisian hingga akhirnya melawan arah.

"Terlihat ada sebuah mobil yaitu Toyota Calya berwarna hitam yang mengemudi secara ugal-ugalan," jelas Reynold kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

Apalagi, kata Reynold, aksi sopir mobil itu juga merugikan warga lain lantaran ada beberapa kendaraan yang rusak akibat ditabrak.

Selain itu, ada juga korban luka akibat terserempet saat mobil tersebut hendak mencoba kabur dari amukan warga.

"Kami mendapatkan informasi ada beberapa korban dalam hal ini yang terserempet saat pengemudi ugal-ugalan ini berbalik arah. Kepada korban dalam hal ini pengemudi kendaraan R2 (roda dua). Ini sedang kita datakan, tentunya segera dibawa untuk ke rumah sakit," ungkapnya.

Dalam hal ini, polisi bakal melakukan tes urine kepada sopir maupun penumpangnya yang merupakan seorang wanita untuk memastikan ada dugaan penyalahgunaan narkoba atau tidak.

"Apakah ada indikasi menggunakan barang-barang yang dilarang atau berdampak di dalam hal membuat pengemudi jadi ugal-ugalan atau lalai dalam melaksanakan ataupun menjalani kendaraannya tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan sebuah mobil Toyota Calya yang tengah diamuk massa di kawasan Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dari video itu, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) sore. 

Mobil tersebut posisinya tengah melawan arah di tengah arus lalu lintas yang cukup padat.

Awalnya, seorang anggota kepolisian terlihat seperti menembakkan pistol ke arah atas sebagai bentuk peringatan atas agar mobil tersebut berhenti.

Namun, alih-alih berhenti, sopir mobil itu malah terus menancap gas kendaraannya sambil menabrak sejumlah kendaraan lain mulai dari sepeda motor hingga mobil.

Atas aksinya tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi pun naik pitam dan mengejar sambil memukulkan helm ke badan mobil tersebut.

Karena terjebak akibat arus lalu lintas yang padat, mobil berwarna hitam itu maju dan mundur untuk menghindari amukan massa.

"Sebuah mobil menjadi sasaran amukan massa di kawasan Pasar Baru Timur, Jakarta Pusat," tulis salah satu akun media sosial seperti dikutip.

Kronologi

Kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Gunung Sahari. 

Saat hendak diberhentikan petugas di sekitar Halte Lapangan Banteng, pengemudi justru tetap tancap gas ke arah selatan.

Mobil kemudian berbelok ke kiri memasuki Jalan Gunung Sahari IV, melintas hingga ke Jalan Bungur Besar Raya, lalu kembali berputar arah dan sempat melawan arus di Jalan Gunung Sahari V hingga ke simpang traffic light MBAL dan Jalan Dr Sutomo.

Tak berhenti di situ, kendaraan kembali berputar arah dan melawan arus di Jalan Gunung Sahari arah selatan hingga akhirnya terhenti di dekat Halte Busway Golden Truly setelah diadang dan dikerumuni warga.

Akibat kejadian tersebut, bodi belakang mobil mengalami kerusakan, kaca pecah, serta bagian depan penyok. 

Meski demikian, polisi memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, mengatakan pihaknya telah mengamankan kendaraan beserta pengemudi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, anggota kami menerima laporan adanya kendaraan yang melawan arah dan menimbulkan keresahan pengguna jalan di Gunung Sahari. Pengemudi dan kendaraan sudah kami amankan di Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Reynold saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Ia menambahkan, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mendalami motif pengemudi. Untuk sementara tidak ada korban luka maupun meninggal dunia,” ujarnya.

Saat ini, pengemudi dan barang bukti berupa satu unit minibus telah diamankan kepolisian.

(Tribunnewsmaker.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.