TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Peristiwa pembacokan yang dilakukan mahasiswa fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau Raihan terhadap temannya yang juga Farradhilla Ayu Pramesti, di ruang sidang Seminar Hasil Kamis (26/2/2026), disayangkan banyak pihak apalagi terjadi di lingkungan kampus.
Diduga kejadian ini karena hubungan asmara yang terjadi antara kedua mahasiswa yang sama-sama semester 8 UIN Suska ini.
Salahsatunya datang dari Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmidzi, ketua DPW PKS Riau ini menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut, terlebih terjadi di bulan suci Ramadan.
"Pertama ya, kita sangat prihatin kejadian ini terjadi di bulan suci Ramadan. Semoga korban Allah berikan kesembuhan segera dan dimudahkan segala urusan pengobatannya,"ujarnya.
Ahmad Tarmidzi juga mengingatkan generasi muda, khususnya mahasiswa yang dinilai sudah berada pada usia matang, agar lebih mendekatkan diri pada ajaran agama.
Menurutnya, seluruh agama tidak membenarkan tindakan hubungan pacaran dan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Ia menyoroti pentingnya membangun hubungan yang sehat di lingkungan kampus.
Baca juga: Psikolog Nilai Sikap Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Alami Ledakan Emosi Ekstrem
Baca juga: Mahasiswi UIN Suska Dibacok, Pelaku Diduga Sudah Rencanakan Aksi, Bawa 2 Senjata Tajam
Mahasiswa diminta untuk fokus pada studi dan pengembangan diri, serta menjauhi hubungan-hubungan yang bersifat negatif maupun toksik.
"Bangun hubungan yang sehat di kampus, fokus pada studi, fokus pada pengembangan diri. Jangan terjebak dalam hubungan yang negatif yang bisa merusak masa depan,"tegasnya.
Ia menilai, kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa generasi muda seharusnya memprioritaskan penyelesaian pendidikan dan peningkatan kapasitas diri, bukan justru terjebak dalam persoalan pribadi yang berujung pada tindakan melanggar hukum.
Selain itu, Ahmad Tarmidzi juga mengkritisi sistem pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya mampu menginternalisasi nilai-nilai kesadaran diri kepada mahasiswa.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya sebatas formalitas akademik.
“Secara formal mungkin pendidikannya berjalan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari belum tentu nilai-nilai itu terinternalisasi dengan baik,”ujarnya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi peringatan bagi generasi muda di Riau agar lebih mampu mengatur prioritas hidup, membangun lingkungan kampus yang sehat, serta menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tidak terulang di masa mendatang.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)