TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Klub sepak bola asal Kabupaten Langkat, Brimo Langkat FC, mulai mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 4 Sumatera Utara (Sumut) tahun 2026.
Meski berada dalam suasana bulan suci Ramadan, tim tetap menjalankan program latihan demi mengejar waktu menuju kick-off yang direncanakan pada 25 Maret mendatang.
Salah satu pengurus Brimo Langkat FC, Ashabul Yamin, mengakui persiapan kali ini tidak semaksimal dua edisi sebelumnya saat mereka ambil bagian di kompetisi yang sama.
Faktor waktu yang beririsan dengan Ramadan membuat program latihan harus disesuaikan.
“Kalau persiapan memang tidak seperti dua kali kita mengikuti kompetisi sebelumnya. Kali ini terpotong juga dengan Ramadan, jadi persiapannya bisa dibilang lebih dini tapi tidak maksimal,” ujar Ashabul Yamin kepada Tribun Medan.
Meski demikian, dari sisi komposisi tim, Brimo Langkat memastikan telah menyiapkan 24 pemain yang siap diturunkan.
Seluruh pemain tersebut telah masuk dalam daftar skuad dan mengikuti sesi latihan yang digelar dengan penyesuaian waktu berbuka dan sahur.
“Untuk tim, kita sudah siapkan 24 pemain. Secara kesiapan pemain sudah ready untuk diturunkan. Hanya saja memang dari sisi persiapan keseluruhan belum maksimal karena waktunya mepet dan bertepatan dengan Ramadan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti antusiasme kompetisi tahun ini yang dinilai sedikit berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.
Menurutnya, gairah persaingan tidak seketat beberapa tahun terakhir.
“Kalau kita lihat, antusiasmenya memang sedikit lemah, jadi persaingan pun mungkin tidak sekeras tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Terkait target, manajemen Brimo Langkat memilih bersikap realistis. Dengan kondisi persiapan yang terbatas, mereka tidak ingin memasang target terlalu tinggi.
“Kita tidak muluk-muluk. Dengan kondisi seperti ini, kita tidak berani pasang target tinggi. Yang penting kita bisa tampil maksimal sesuai kemampuan tim,” ujarnya.
Selain fokus pada performa tim, Brimo Langkat juga berharap pelaksanaan Liga 4 Sumut 2026 berjalan rapi, terstruktur, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ashabul menegaskan pentingnya kualitas penyelenggaraan, terutama dari sisi perwasitan dan sikap pemain di lapangan.
“Kita ingin kompetisinya rapi dan berkualitas. Dari segala aspek harus berjalan dengan baik, mulai dari perwasitan sampai sportivitas pemain. Itu yang paling kita sorot,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin terjadi insiden yang mencederai semangat kompetisi seperti yang sempat terjadi di sejumlah daerah lain.
“Melihat kejadian di Liga 4 daerah lain yang kurang bagus dari segi attitude, jangan sampai itu terjadi lagi. Keselamatan pemain itu lebih utama dari segalanya,” pungkasnya.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari satu bulan, Brimo Langkat terus memaksimalkan persiapan agar mampu tampil kompetitif saat Liga 4 Sumut 2026 resmi bergulir.
(Cr29/tribun-medan.com)