Kadin Jatim dan Timor Leste Perkuat Kerja Sama Dagang, Buka Peluang UMKM hingga Investasi Daur Ulang
Dyan Rekohadi February 26, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  - Asisten Atase Industri dan Perdagangan Timor Leste, Ricardo de Araujo, melakukan kunjungan di kantor Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) di Surabaya, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan kerja sama perdagangan, industri, dan investasi antara Timor Leste dan Jatim.

Ricardo mengatakan, pertemuan dengan Kadin Jatim dimaksudkan untuk meninjau sekaligus memperkuat hubungan kerja sama yang telah berjalan.

“Timor Leste adalah negara yang baru merdeka, kita masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan tersebut.

Selama ini, Surabaya menjadi salah satu daerah utama yang mengekspor berbagai produk ke Timor Leste.

“Surabaya itu salah satu daerah yang paling banyak mengirim bahan-bahan dan produk ke Timor Leste,” ungkap Ricardo.

Selain pertemuan dengan Kadin Jatim, delegasi Timor Leste juga mengunjungi sejumlah perusahaan di Jatim yang selama ini mengekspor produknya ke Timor Leste.

Di antaranya PT Akuasi, Bogasari, Indofood, serta kawasan Pelabuhan Tanjung Perak untuk pengumpulan data ekspor.

“Kami ingin melihat langsung proses pembuatan produk-produk yang dikirim ke Timor Leste,” terangnya.

Baca juga: Kadin Jatim Targetkan 38 Daerah Miliki TKDV 2026, Tekan Pengangguran SMK

 

Peluang UMKM dan Sektor Pengelolaan Sampah 

Ricardo menekankan bahwa penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama kerja sama.

Saat ini, jumlah UMKM di Timor Leste masih terbatas karena pembangunan yang dilakukan secara bertahap. 

“Sekarang kami masih jalan pelan-pelan, makanya kami sangat perlu pendampingan UMKM,” sambung Ricardo.

Jenis UMKM yang dibutuhkan antara lain industri kecil seperti kerajinan tenun, makanan ringan, serta produksi perabot rumah tangga sederhana.

“Industri kecil-kecil seperti tenun, makanan ringan, kursi, dan meja itu sangat kami perlukan di sana,” imbuhnya.

Selain UMKM, peluang investasi besar juga terbuka, khususnya di sektor pengelolaan sampah dan daur ulang.

Hingga kini, Timor Leste belum memiliki sistem pemilahan dan daur ulang sampah.

 “Untuk daur ulang itu belum ada. Sampah masih dikumpulkan di satu tempat saja,” tuturnya.

Ricardo berharap perusahaan-perusahaan dari Indonesia, khususnya Jatim, dapat berinvestasi di sektor tersebut.

“Itu sangat penting bagi kami. Kami harapkan ke depan ada perusahaan yang bisa berinvestasi untuk daur ulang di Timor Leste,” papar Ricardo.

Baca juga: Sah! Dewan Pengurus Kadin Jatim Dilantik Ketua Umum Anindya Bakrie, Sorot Kekuatan UMKM 

Surplus Neraca Perdagangan

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Perdagangan dan Promosi Luar Negeri, Prof. Tommy Kayhatu, menyambut baik atas keinginan tersebut.

Apalagi perkembangan hubungan dagang antara Jatim dan Timor Leste sepanjang periode 2021 hingga 2025 menunjukkan kinerja yang positif dengan neraca perdagangan yang secara konsisten berada dalam kondisi surplus.

Hal ini mencerminkan kuatnya peran Jatim sebagai pemasok utama berbagai komoditas bagi Timor Leste.

"Jatim itu menjadi mitra dagang strategis bagi Timur Leste karena secara geografis sangat dekat. Banham produk kita yang selama ini telah diekspor kesana," kata Tommy.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, nilai ekspor Jatim ke Timor Leste pada 2021 tercatat sebesar 206,61 juta dolar AS, sementara nilai impor hanya sebesar 0,56 juta dolar AS.

Kondisi ini menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar 206,05 juta dolar AS

Tren positif ini berlanjut pada 2024 dengan nilai ekspor mencapai 256,99 juta dolar AS dan impor menurun menjadi 2,14 juta dolar AS, menghasilkan surplus tertinggi selama periode pengamatan sebesar 254,84 juta dolar AS.

Pada 2025 hingga Oktober, nilai ekspor Jatim ke Timor Leste tercatat sebesar 241,56 juta dolar AS dengan impor mencapai 3,27 juta dolar AS. 

Dengan demikian, surplus neraca perdagangan pada periode tersebut berada di angka 238,29 juta dolar AS.

"Secara keseluruhan, hubungan dagang antara Jatim dan Timor Leste selama periode 2021–2025 menunjukkan prospek yang sangat baik. Surplus neraca perdagangan yang konsisten, pertumbuhan ekspor yang positif, serta kontribusi ekspor yang stabil terhadap total ekspor Jatim menjadi indikator kuat bahwa Timor Leste merupakan mitra dagang strategis bagi Jatim. Kedepan, penguatan kerja sama perdagangan dan industri diharapkan dapat semakin meningkatkan nilai perdagangan kedua wilayah tersebut," pungkas Tommy.

 

Foto : Surya/Sri Handi Lestari 


. Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan kerja sama perdagangan, industri, dan investasi antara Timor Leste dan Jatim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.