Kondisi Mahasiswi UIN Suska Korban Pembacokan di Riau
Joanita Ary February 26, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM — Kondisi mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau yang menjadi korban pembacokan di lingkungan kampus mulai membaik.

Namun korban hingga kini masih menjalani serangkaian tindakan medis intensif akibat luka serius yang dideritanya.

Presiden Mahasiswa UIN Suska Riau, Muhammad Asdilfi, menyampaikan keprihatinannya atas insiden kekerasan tersebut.

Ia menegaskan, peristiwa yang menimpa mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum itu merupakan tindakan individu pelaku dan berada di luar kendali institusi kampus.

Menurut Asdilfi, tindak kekerasan semacam ini pada dasarnya dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.

Ia menilai kejadian tersebut murni merupakan perbuatan pribadi pelaku, bukan bagian dari aktivitas maupun dinamika akademik di lingkungan kampus.

“Kejadian seperti ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, semua di luar kendali kampus. Ini murni tindakan pribadi pelaku,” ujar Asdilfi, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, pihak mahasiswa langsung bergerak cepat begitu menerima informasi kejadian tersebut.

Korban segera didampingi untuk memperoleh penanganan medis darurat dan sempat menjalani perawatan awal di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, guna mendapatkan penanganan lanjutan.

Pendampingan dilakukan sejak awal proses pemulihan untuk memastikan korban memperoleh perawatan optimal.

Proses rujukan dilakukan karena kondisi luka yang dialami korban tergolong berat dan membutuhkan tindakan medis lanjutan dari tim dokter spesialis.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Asdilfi, korban mengalami luka bacok serius di bagian kepala serta patah tulang pada tangan.

Saat pertama kali dirawat di RS Bhayangkara, korban telah menjalani operasi tahap awal dan dijadwalkan menjalani operasi lanjutan pada malam harinya.

“Keadaan korban saat ini sangat memprihatinkan. Ada luka bacok di bagian kepala dan tangan korban juga mengalami patah tulang. Korban sudah menjalani operasi pertama dan direncanakan menjalani operasi kedua,” ungkapnya.

Terkait pelaku, Asdilfi menyebutkan bahwa pelaku merupakan mahasiswa yang berada dalam program studi yang sama dengan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekan-rekan sekelas, pelaku dikenal memiliki kepribadian tertutup.

 

Dugaan sementara yang berkembang di kalangan mahasiswa menyebutkan motif kejadian berkaitan dengan persoalan pribadi. Pelaku diduga melakukan aksi kekerasan setelah perasaan asmara yang ditujukan kepada korban tidak mendapat respons yang diharapkan.

 

“Informasi dari teman sekelasnya, pelaku dikenal cukup tertutup. Dugaan sementara ada persoalan asmara yang ditolak korban hingga pelaku melakukan tindakan tersebut,” kata Asdilfi.

 

Saat ini keluarga korban telah berada di Pekanbaru untuk mendampingi proses perawatan dan pemulihan. Sementara mengenai keberadaan maupun respons keluarga pelaku, pihak mahasiswa mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut.

 

Insiden tersebut memicu keprihatinan di lingkungan kampus sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem keamanan serta dukungan psikologis bagi mahasiswa guna mencegah terulangnya kekerasan serupa di lingkungan pendidikan tinggi.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.