SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Persaingan perebutan jabatan dalam Seleksi Terbuka (Selter) calon eselon II kini menyisakan ujian terakhir yang justru menjadi tahap paling menentukan.
Tahapan tersebut adalah ujian paparan makalah yang mekanismenya serupa dengan sidang ujian skripsi.
Ujian paparan ini dijadwalkan berlangsung di ruang rapat Sekda Kabupaten Malang, Budiar, pada Selasa (13/3/2026) mendatang.
Sebelumnya, sebanyak 14 peserta telah menjalani asesmen atau uji kompetensi (ujikom) di BKD Jatim pada Rabu (18/2/2026) lalu.
Baca juga: Nastar Apel dan Jeruk Rumah Kue Obby Malang Primadona Lebaran, Kirim Ke Arab Saudi Hingga Hong Kong
Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahapan adu paparan makalah.
"Iya, hasilnya sudah diumumkan, Rabu (25/2/2026) kemarin. Dan, semuanya lolos, sehingga tinggal paparan makalah," ungkap Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Nurman Ramdansyah.
Nurman tidak memberikan penjelasan detail, namun ujian paparan nanti tidak lagi melibatkan tim penguji dari BKD Pemprov Jatim.
Tim penguji kali ini diketuai oleh Asep Kusdinar S Hut, M Hum (Kepala Bakorwil III Malang), yang terdiri dari dua ahli akademisi dan Sekda Budiar.
"Benar, pengujinya dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda," ujar Sekda Kabupaten Malang, Budiar.
Baca juga: Surplus Pangan Tertinggi se-Jatim, Kabupaten Malang Targetkan Bentuk BUMD Pangan Sendiri pada 2027
Budiar mengaku suasana ujian ini persis seperti yang dialaminya saat Selter Calon Sekda lima bulan lalu.
Oleh karena itu, Budiar mengingatkan para peserta untuk benar-benar bersiap karena uji paparan nanti diperkirakan berlangsung menegangkan.
Jika tidak terbiasa berbicara di depan umum, peserta terancam tidak lancar dalam berbicara bahkan mengalami tremor.
"Intinya, ya tiap pesertanya bergantian memaparkan makalahnya dan visi misinya jika jadi kepala dinas," tuturnya.
Setelah paparan, peserta akan menghadapi momen yang jauh lebih menantang, yakni tanya jawab dengan lima penguji.
Sebanyak 14 peserta yang terdiri dari lima camat, tiga sekretaris dinas (Sekdin), dan satu kepala bidang (Kabid) harus mampu menjawab pertanyaan kasuistis dan memberikan solusi pemecahan masalah.
Koordinator LSM Pro Desa, Ahmad Kusairi, menilai dalam ujian paparan makalah ini akan terlihat siapa peserta yang terbiasa bergantung pada petunjuk pimpinan.
Kualitas peserta akan tampak saat mereka diminta memecahkan sebuah kasus secara mandiri.
Kusairi mencontohkan persaingan di Selter Satpol PP yang diprediksi akan berlangsung seru.
Baca juga: Penyebab Kota Batu Tak Sedingin Dulu: Kebiasaan Bakar Sampah hingga Kualitas Udara Jadi Sorotan DLH
Indra Gunawan (Camat Pujon) sebagai salah satu calon terkuat akan beradu cerdas dengan adik tingkatnya di STPDN, yakni Dr Drs Teddi W (Sekdin Satpol PP).
"Begitu juga di Selter Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), juga tak kalah seru. Sebab, calon kuatnya, Astri, Plt Kadisperindag saat ini bakal dibayangi oleh J Dwijo, Sekdin Cipta Karya" ungkap Kusairi.
"Jika Astri tak bisa membikin pengujinya terbelalak saat paparan makalah nanti, Dwijo punya potensi menyodoknya," pungkasnya.