Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Dedie Rachim mulai pikirkan cara agar Biskita Transkpakuan terus beroperasi di Kota Bogor.
Ia berkaca dari kejadian awal tahun 2026 lalu dimana Biskita Transpakuan ini berhenti beroperasi sementara.
Warga saat itu kesulitan sebab Biskita sendiri sudah menjadi moda transportasi utama.
“Untuk tahun depan kita persiapkan dari sekarang. Jadi,” kata Dedie Rachim, belum lama ini.
Pada awal tahun 2026 lalu, Biskita Transpakuan berhenti beroperasi sebab skema kerja sama yang dilakukan.
Program buy the service (BTS) ternyata hanya membuat kontrak kerja yang memang berlaku satu tahun saja.
Dedie Rachim melanjutkan, Pemkot langsung berupaya untuk Biskita segera beroperasi.
Terbukti, layanan yang berhenti itu hanya empat hari.
“Sampai saat ini bisa dinikmati lagi oleh warga,” ujarnya.
Baca juga: Biskita Masuk Rapot Setahun Dedie Rachim - Jenal Mutaqin, Warga Kota Bogor Minta Pengurangan Angkot
Pemkot sendiri terus berupaya agar koridor Biskita Transpakuan terus bertambah.
Saat ini, baru ada empat koridor yakni Koridor 1,2, 5, dan 6.
Koridor 1 sendiri melayani rute mulai dari Terminal Bubulak sampai Cidangiang dan Koridor 2 melayani rute dari Bubulak sampai Ciawi.
Sementara Koridor K5 melayani rute Ciparigi hingga Stasiun Bogor, dan terakhir Koriodor K6 yang melintas dari Parungbanteng hingga Stasiun Bogor.
Pemerintah Kota Bogor juga tengah berupaya untuk menambah dua koridor tambahan.
Mereka saat ini tengah menjajaki skema kerja sama dengan pihak ketiga.
"Jadi sedang kita tawarkan ke beberapa calon investor yang berminat. Skema awalnya non subsidi," ucap Dedie beberapa waktu lalu.
Salah satu investor juga sudah dikantongi namanya.
Namun Dedie enggan berkomentar banyak terakait perusahaan yang siap melakukan investasi.
"Sudah ada yang melakukan proses menghitung namun kita tunggu saja hasilnya," tandasnya.