DPR Kritik Rencana PT Agrinas Impor Pikap India: Ditunda Dulu, Presiden Masih di Luar Negeri
Nafis Abdulhakim February 27, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih menuai kritik dari parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta agar rencana tersebut ditunda sementara, mengingat Presiden masih menjalankan kunjungan kerja ke luar negeri.

Permintaan penundaan itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ia mengaku telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar kebijakan impor tersebut tidak terburu-buru direalisasikan.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dasco menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto akan membahas secara mendalam rencana impor kendaraan operasional tersebut setelah kembali dari lawatan luar negeri. Pembahasan itu mencakup berbagai aspek, termasuk urgensi impor serta dampaknya terhadap industri otomotif nasional.

Baca juga: PT Agrinas Impor Pikap India, Ketua DPD RI: Sebaiknya Dahulukan Kepentingan Industri dalam Negeri

Menurutnya, Presiden juga akan meminta laporan dan masukan terkait kesiapan produsen otomotif dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional bagi Kopdes Merah Putih.

"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," ucapnya.

Atas dasar itu, DPR RI menilai penundaan menjadi langkah yang tepat agar keputusan yang diambil nantinya benar-benar mempertimbangkan kepentingan nasional secara menyeluruh.

"Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," pungkas Dasco.

Inisiatif PT Agrinas

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap impor 105 ribu mobil pickup dari India untuk untuk Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif perusahaan.

Hal ini karena setelah pertemuan dengan pabrikan mobil di Indonesia yang menyimpulkan ketidakmampuan produsen dalam 'bulk selling'.

Bulk Selling adalah metode penjualan produk dalam jumlah besar sekaligus, umumnya langsung dari produsen atau distributor kepada pengecer, bisnis lain, atau konsumen akhir yang membeli dalam volume besar.

"(Impor) Ini inisiatif karena melihat ketidakmampuan produksi daripada semua produsen yang kami undurkan semua yang tadi saya tampilkan disini semua adalah produsen yang selama ini menjual mobil di Indonesia," kata Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota dalam konferensi pers di Yodya Tower, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia mengatakan keputusan impor ini tidak ada arahan dari siapapun dan murni karena alasan ketidakmampuan produsen di Indonesia.

"Terkait arahan khusus tidak ada, tapi dari hasil negosiasi ketidakmampuan teman-teman untuk mensuplai Agrinas sehingga memaksa kami untuk melakukan impor," ucapnya.

"Jadi kalau teman-teman ada yang mau menjual secara bulk dan mampu mensuplai Agrinas sesuai dengan waktu yang diberikan kepada kami, kami tidak akan mungkin melakukan impor," sambungnya.

Ia menjelaskan, persoalan utama terletak pada skema pembelian dalam jumlah besar (bulk) yang diharapkan dapat menghasilkan harga lebih ekonomis atau mendapatkan diskon.

Joao menyatakan, Agrinas melakukan pembelian secara “glondongan” dalam jumlah besar untuk kebutuhan khusus Kopdes Merah Putih, bukan pembelian rutin seperti pasar reguler yang biasa digarap produsen otomotif.

"Harusnya kita diberikan harga yang lebih ekonomis, lebih efektif dan rasional, memenuhi anggaran yang sudah kami siapkan," ucapnya.

Di sisi lain, Joao mengatakan keputusan impor ini juga mampu membuat efisiensi anggaran. Tercatat, sebanyak Rp46,5 Triliun anggaran yang terefisiensi sebagai bentuk keberlanjutan program.

"Dengan pengadaan sarana-prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 46,5 triliun. Kami hanya berikan angka totalnya karena ini angka total detailnya nanti akan kami berikan kepada Kementerian Keuangan," tuturnya.

Sebagai informasi, PT Agrinas saat ini tengah mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Impor tersebut meliputi 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra, serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com/Fersianus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.