BPOM Gorontalo Uji 12 Sampel Takjil di Menara Keagungan Limboto, Sekda: Alhamdulillah Semuanya Aman
Fadri Kidjab February 27, 2026 09:47 PM

 

 

(Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Bahasa Indonesia UNG)

TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo melakukan uji laboratorium secara mendadak terhadap 12 sampel takjil yang dijajakan di kawasan Menara Keagungan Limboto pada Kamis (26/02/2026). 

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memastikan bahwa seluruh panganan berbuka puasa tersebut dinyatakan negatif dari bahan kimia berbahaya dan sangat aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Menara Keagungan Limboto atau yang dikenal juga sebagai Menara Pakaya merupakan replika Menara Eiffel yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo dengan ketinggian mencapai 65 meter. 

Dalam catatan Tribun Gorontalo, landmark ini bukan sekadar monumen, melainkan pusat gravitasi ekonomi dan wisata religi yang selalu dipadati ribuan warga, terutama saat momentum pasar takjil di bulan suci Ramadan.

Kegiatan pengawasan lapangan ini dimulai tepat pada pukul 15.30 WITA, saat aktivitas jual beli di pusat kuliner Ramadhan tersebut mulai mencapai puncaknya. 

Petugas dari BPOM Mobile bergerak menyisir lapak-lapak pedagang untuk mengambil sampel makanan secara acak namun representatif.

Hadir dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah yang didampingi oleh Wakil Bupati Gorontalo Tonny S Junus serta Sekretaris Daerah Sugondo Makmur. 

Kehadiran para pejabat daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan publik.

Proses pengujian dilakukan langsung di lokasi menggunakan unit laboratorium berjalan (Mobile Lab) yang memiliki peralatan canggih untuk deteksi cepat. Tim ahli BPOM fokus memburu empat zat berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yakni formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow

Sekretaris Daerah Sugondo Makmur memantau secara langsung setiap tahapan pengujian yang dilakukan oleh para teknisi laboratorium di dalam bus BPOM Mobile. 

Ia tampak berdialog dengan petugas mengenai parameter keamanan pangan yang diuji sore itu.

"Kami ingin memastikan bahwa warga yang membeli hidangan berbuka di kawasan ikonik ini pulang dengan rasa tenang tanpa khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang," ujar Sugondo di sela-sela peninjauan.

Pemeriksaan ini krusial mengingat tingginya perputaran makanan olahan selama bulan puasa yang sering kali rentan terhadap penggunaan bahan tambahan pangan ilegal demi menekan biaya produksi. Namun, temuan di lapangan kali ini memberikan angin segar bagi sistem pengawasan pangan daerah.

"Alhamdulillah, dari 12 sampel yang diteliti secara mendalam dan diuji laboratorium di tempat, semuanya dinyatakan negatif. Hasil ini menunjukkan tren positif terhadap kesadaran pedagang kita," tegas Sugondo.

Baca juga: Nama-nama 23 Kepala Puskesmas Dilantik Bupati Gorontalo per 27 Februari 2026

Pihak BPOM menguji 12 sampel takjil di kawasan Menara Keagungan Limboto
UJI SAMPEL — Pihak BPOM menguji 12 sampel takjil di kawasan Menara Keagungan Limboto, Kamis (26/2/2026). (Sumber Foto: Putri Salsabilah/TribunGorontalo.com)

Hasil uji laboratorium yang keluar secara cepat tersebut menunjukkan tidak adanya kandungan zat pengawet mayat atau formalin pada lauk pauk yang dijual. 

Selain itu, tekstur kenyal yang ditemukan pada beberapa sampel dipastikan berasal dari teknik pengolahan yang benar, bukan karena campuran boraks.

Pewarna tekstil yang biasanya memberikan warna merah atau kuning mencolok juga tidak terdeteksi dalam sampel minuman dan kue tradisional yang diperiksa. Semua pewarna yang digunakan oleh pedagang di Menara Limboto terbukti merupakan pewarna khusus makanan yang diizinkan oleh regulasi kesehatan.

Jenis makanan yang diambil sampelnya meliputi berbagai varian favorit warga, mulai dari gorengan seperti tahu isi dan bakwan, hingga nasi kuning khas Gorontalo. Tak ketinggalan, minuman segar dan berbagai jenis kue basah juga masuk dalam radar pemeriksaan tim BPOM.

"Meskipun ada pedagang yang mengakui menggunakan pewarna untuk menarik minat pembeli, setelah dites, pewarna tersebut murni kategori food grade," tambah Sugondo menjelaskan detail hasil temuan tim lapangan.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun secara terbuka memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar Menara Keagungan. Kejujuran dalam berdagang dianggap sebagai bentuk ibadah yang nyata di bulan suci ini.

Sugondo berharap integritas para pedagang dalam menjaga kualitas bahan baku ini tetap konsisten hingga akhir Ramadhan nanti. 

Ia menekankan bahwa keamanan pangan adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup generasi mendatang di Gorontalo.

Pihak BPOM juga mengedukasi para pedagang secara persuasif saat pengambilan sampel dilakukan.

Petugas memberikan penjelasan mengenai bahaya penggunaan zat kimia non-pangan yang dapat memicu risiko penyakit kanker dan gagal ginjal.

Kepala Balai Besar POM, Lintang Purba Jaya, menambahkan bahwa pengawasan ini tidak hanya menyasar produk jadi (takjil), tetapi juga mengawasi peredaran bahan baku di pasar guna memutus rantai distribusi bahan berbahaya.

"Hingga hari ketujuh Ramadan ini, kami telah melakukan pengawasan di Kota Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato. Hari ini kami berada di Kabupaten Gorontalo, dan selanjutnya akan menyisir kabupaten tersisa serta pasar-pasar tradisional lainnya secara rutin," jelas Lintang.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo yang telah dikunjungi. 

Meski demikian, tim Satgas akan terus melakukan pengawalan ketat untuk mencegah peredaran makanan kedaluwarsa maupun pangan yang mengandung zat berbahaya demi menjamin kenyamanan ibadah masyarakat di bulan suci ini.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Idah Syahidah juga sempat menyapa para pembeli dan mengingatkan mereka untuk selalu menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih takjil. 

Ia menyarankan masyarakat untuk memperhatikan warna dan tekstur makanan sebelum melakukan transaksi.

"Kami di jajaran pemerintah provinsi sangat mendukung langkah kolaboratif antara BPOM dan Pemkab Gorontalo ini guna menjamin kualitas hidup masyarakat," kata Idah Syahidah.

Kawasan Menara Limboto sendiri setiap sorenya bertransformasi menjadi pusat ekonomi kerakyatan yang sangat masif. Ratusan pedagang menggantungkan nasibnya pada keramaian di kaki menara setinggi 65 meter tersebut.

Dengan adanya hasil uji laboratorium yang menyatakan seluruh takjil aman, diharapkan omzet pedagang semakin meningkat karena keraguan masyarakat telah terjawab oleh data ilmiah. 

Keamanan pangan menjadi daya tarik tambahan bagi destinasi wisata kuliner ini.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak akan berhenti hanya di satu lokasi ini saja. 

Pengawasan secara berkala telah dijadwalkan untuk menjangkau titik-titik keramaian lainnya di wilayah kabupaten.

Kegiatan sidak yang berakhir menjelang waktu berbuka tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif. 

Seluruh tim kembali dengan data yang memuaskan mengenai kondisi keamanan pangan di jantung Kota Limboto.

Secara keseluruhan, koordinasi antara BPOM Gorontalo, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten menunjukkan hasil yang solid dalam mengawal kesehatan warga selama Ramadhan 2026.

Kepastian keamanan konsumsi di Menara Limboto ini diharapkan menjadi contoh bagi pusat-pusat kuliner lain di Provinsi Gorontalo untuk tetap mengedepankan aspek kesehatan di atas keuntungan semata.

Ke depannya, Pemkab Gorontalo berkomitmen untuk terus membina para pedagang kecil agar mampu mempertahankan kualitas produk mereka secara berkelanjutan, bahkan setelah bulan Ramadhan usai. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.