Kenapa Makan Banyak Saat Sahur Justru Cepat Lapar? Ini Kata Ahli
Sri Wahyuni February 27, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tidak jarang terdengar jika banyak orang beranggapan bahwa makan dalam porsi besar saat sahur membuat tubuh lebih kuat dalam menjalani puasa seharian.

Faktanya, pola makan porsi besar terlebih tinggi karbohidrat justru memicu rasa lapar lebih cepat di siang hari.

Lonjakan Gula Darah Picu Rasa Lapar Lebih Cepat

Tubuh manusia secara fisiologis mengalami perubahan dalam cara memproses energi pada saat dini hari.

Sekitar pukul 4 pagi, kadar insulin dalam tubuh relatif tinggi. Sehingga ketika seseorang makan dalam porsi besar yang didominasi karbohidrat seperti mie, nasi putih, atau makanan manis, kadar gula darah dapat melonjak tinggi. 

Respons insulin yang menstabilkan gula darah mengakibatkan penurunan cepat setelah lonjakan.

Dinamika naik-turun yang ekstrem ini memicu timbulnya kembali rasa lapar dalam waktu singkat.

Dalam salah satu pembahasan di podcast kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada 2 Maret 2025, dr. Tirta sempat menyinggung fenomena ini.

Ia menjelaskan terkait efek makan berlebihan saat sahur. Ia menekankan bahwa lonjakan gula darah yang tinggi justru membuat energi hanya bertahan sesaat.

“Otomatis tubuh kita malah gula darahnya menjadi naik. Malah gula darahnya akan bisa spike, ‘wuuush’ gitu,” jelasnya

Akibatnya, rasa lapar bisa muncul bahkan ketika jam baru menunjukkan pukul 10 siang.

Tubuh akan cenderung terasa lemas dan mudah mengantuk karena etidakstabilan energi.

Kondisi ini tentu mengganggu produktivitas, terlebih ketika belakar dan bekerja selama bulan puasa.

Oleh karena itu, makan dalam porsi besar ketika sahur bukan strategi yang tepat. Sahur sebaiknya tidak fokus pada kuantitas makanan, melainkan juga kualitas nutrisi agar energi dalam tubuh tetap stabil.

Susun Menu Sahur Seimbang dengan Protein dan Serat

Dalam podcast tersebut, dr Tirta juga menyarankan agar makanan ketika sahur disusun secara seimbang. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak asupan potrein dan serat.

Protein akan dicerna dalam waktu lebih lama sehingga memberikan efek kenyang lebih panjang.

Baca juga: PMII Tulungagung Gelar Aksi Solidaritas Kematian Bocah oleh Anggota Brimob di Halaman Polres

Sementara serat akan membantu proses penyeraoan gula dalam darah menjadi ebih lambat sehingga mencegah lonjakan yang terlalu cepat.

“Kalau kalian pengen kenyang lebih lama, utamakan komposisi makanannya banyakin protein dan fiber, ya! Jangan karbo,” tambahnya.

Pernyataan tersebut bukan berarti karbohidrat harus dihindari sepenuhnya, melainkan porsinya perlu dibatasi agar tidak mendominasi menu sahur.

Pilihan makanan seperti telur, daging ayam tanpa lemak, alpukat, sedikit kurma, dan sayuran kaya serat bisa menjadi opsi yang lebih tepat. 

Kombinasi ini dianggap dapat mempertahankan tingkat energi yang lebih stabil selama menjalankan puasa.

Dengan strategi nutrisi yang tepat, puasa dapat menjadi lebih mudah tanpa merasa lapar berlebihan di siang hari.

(Mutiara Nora Ayu/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.