Atlet Voli Putri Banjarbaru Tetap Latihan Angkat Beban di Bulan Ramadan, Tingkatkan Performa Fisik
Irfani Rahman February 27, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Atlet voli putri Banjarbaru tetap menjaga intensitas latihan meski tengah menjalani ibadah puasa Ramadan. 

Mereka terlihat menjalani sesi angkat beban di kawasan Jalan Sapta Marga, Kota Banjarbaru, Jumat (27/2/2026) sore.

Pantauan di lokasi, empat atlet tampak fokus mengikuti program latihan yang telah disusun. Sesi dimulai dengan doa bersama sebelum memasuki tahapan pemanasan.

Setelah berdoa, para atlet melakukan stretching untuk menghindari cedera. Gerakan peregangan dilakukan menyeluruh, mulai dari otot kaki, tangan hingga punggung.

Tak lama berselang, mereka melanjutkan dengan jogging ringan sebanyak dua putaran di sepanjang Jalan Sapta Marga. 

Baca juga: Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru Dilakukan Bertahap, Ditarget Operasional 2027

Baca juga: Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Paruh Baya di Tabalong Dibekuk Polisi

Lari santai tersebut bertujuan meningkatkan suhu tubuh sebelum masuk ke latihan inti.

Memasuki sesi utama, para atlet mulai menjalani latihan angkat beban secara bergantian. 

Mereka dibagi dalam beberapa set dengan repetisi yang telah ditentukan.
Sebagian atlet terlihat mengangkat beban tangan untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu. 

Sementara yang lain fokus mengangkat barbel guna meningkatkan power dan daya tahan otot.

Latihan dilakukan secara bergilir agar setiap atlet mendapatkan porsi yang seimbang.

Program angkat beban menjadi bagian penting dalam meningkatkan performa fisik, terutama kekuatan dan stabilitas tubuh yang dibutuhkan dalam permainan voli.

Terlihat Konsentrasi

Atlet voli putri Banjarbaru tetap menjaga intensitas latihan meski tengah menjalani ibadah puasa Ramadan. 

Mereka terlihat menjalani sesi angkat beban di kawasan Jalan Sapta Marga, Kota Banjarbaru, Jumat (27/2/2026) sore.

Empat atlet tampak mengikuti latihan dengan penuh konsentrasi. Sesi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan stretching untuk meregangkan otot, lalu jogging ringan dua putaran sebagai pemanasan sebelum masuk ke latihan inti.

Pelatih Voli Juragan Travel, Jihandoyo, mengatakan program latihan yang diberikan tidak sekadar angkat beban biasa.

“Power max atau power maksimum, kemudian speed endurance, dan plyometric isometric. Dengan power max kita mengetahui dulu kemampuan otot anak-anak masing-masing,” ujar Jihandoyo di sela latihan.

Menurutnya, kekuatan otot menjadi fondasi utama sebelum melatih kecepatan. Kombinasi keduanya akan menghasilkan daya ledak yang sangat dibutuhkan dalam permainan voli.

“Kemudian dengan kekuatan itu kita latihkan kecepatan. Agar apa, dengan rumus kalau terjadinya ledakan itu kekuatan ditambah kecepatan sama dengan ledakan. Sebenarnya itu lah,” jelasnya.

Selain itu, latihan plyometric dan isometric diberikan untuk menjaga massa otot dan kelenturan tubuh atlet. Program ini dinilai penting agar kemampuan fisik yang sudah dimiliki tidak menurun, terlebih selama bulan puasa.

“Untuk plyometric, isometric, untuk menjaga massa otot, kelenturan. Jadi tidak sampai apa yang sudah dimiliki oleh anak-anak itu hilang. Jadi ini harus terus dilakukan,” tegasnya.

Jihandoyo bahkan menekankan latihan beban bukan hanya penting bagi atlet muda, tetapi juga bermanfaat hingga usia lanjut.

“Sampai tua pun sebenarnya latihan beban itu bagus banget. Untuk menjaga massa otot. Karena semakin bertambah usia, otot kita semakin mengecil. Harus dirawat, dijaga,” katanya.

Terkait frekuensi latihan, ia menjelaskan dalam kondisi normal program Juragan Travel (JT) dilakukan tiga kali dalam sepekan. Namun selama Ramadan, intensitas disesuaikan agar kondisi atlet tetap terjaga.

“Sebenarnya program JT itu seminggu tiga kali. Cuma karena ini mereka puasa, saya isi dengan kebugaran, tidak hanya melulu di beban. Tapi kita main dengan resistance band, seperti itu karet, kita seling-seling,” ungkapnya.

Penggunaan resistance band bertujuan menjaga massa otot sekaligus mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas tubuh atlet tanpa memberikan beban berlebihan saat berpuasa.

Di akhir sesi, Jihandoyo menyampaikan pesan khusus kepada para atletnya yang tengah berproses mengejar prestasi.

“Yang pasti mereka ini kan sedang berproses. Saya selalu sampaikan, kamu tidak harus hebat untuk memulai, tapi harus memulai untuk menjadi hebat,” pesannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.