Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sekitar 100 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulungagung menggelar aksi solidaritas di halaman Polres Tulungagung, Jumat (27/2/2026) sore.
Aksi ini digelar untuk mendoakan AT, bocah berusia 14 tahun dari Kota Tual, Maluku, yang meninggal akibat kekerasan oknum anggota Brimob.
Aksi solidaritas ini berjalan dengan tertib, dikawal langsung Kapolres, AKBP Ihram Kustarto bersama para pejabat utama Polres Tulungagung.
“Ini aksi simbolik kami untuk semua korban karena anggota Polri. Mulai dari Ojol korban demo Agustus (2025) kemarin,” ujar Koordinator Umum Aksi, Zainudin Asror.
Massa aksi duduk melingkar di halaman Polres Tulungagung dengan mengenakan pakaian serba hitam, simbol duka cita.
Baca juga: Sosok Petugas Damkar yang Diteror usai Bikin Konten Helm setelah Viral Kasus Brimob Tewaskan Bocah
Mereka melantunkan tahlil untuk mendoakan almarhum AT.
Selanjutnya massa berpindah ke papan nama Polres Tulungagung.
Mereka memajang foto para korban, lalu melakukan tabur bunga di atas foto-foto itu.
Baca juga: Terima 2 Keluhan Menu MBG selama Ramadan seperti Buah Busuk, Dinkes Tulungagung Senggol SPPG
Lanjut Zainudin, aksi digelar untuk menegaskan ke polri, agar tidak ada lagi kematian warga karena oknum anggota polisi.
“Jangan sampai ke depan ada kejadian serupa, kematian karena oknum polisi,” katanya.
PMII Cabang Tulungagung menuntut pengesahan reformasi Polri secara transparan.
Reformasi ini juga dilakukan dengan mendengar amanat dari masyarakat.
Polri juga wajib berupaya mencegah perilaku represif ke masyarakat sipil.
“Kami juga menuntut pelaku kekerasan dituntut secara transparan,” tegasnya.
Dengan deretan kasus kekerasan, Zainudin menilai Polri belum humanis.
Termasuk kejadian di Malang, seorang mahasiswi yang dibunuh oknum anggota Pori, kakak iparnya sendiri.
Polri harus berbenah agar semakin humanis, dan tidak ada korban kekerasan lagi.
Meski demikian Zainudin memuji polisi Tulungagung, karena cukup baik, belum ada kasus kekerasan yang dilakukan kepada masyarakat.
“Harapannya polisi Tulungagung bisa seperti ini terus selamanya, tidak ada masyarakat yang jadi korban,” pungkasnya.