Keutamaan Hari ke-10 Puasa Ramadan 2026, 70 Ribu Keinginan Dipanjatkan Orang Berpuasa Dikabulkan
Desi Triana Aswan February 27, 2026 11:44 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut ini keutamaan hari ke-10 bulan suci Ramadan yang jatuh pada hari Sabtu (28/2/2026). 

Umat Muslim di Indonesia memasuki 10 hari waktu berpuasa. 

Tersisa 20 hari lagi, puasa bulan Ramadan 2026 dilaksanakan umat Muslim.

Setelah melewati bulan suci Ramadan, ini tentunya umat Muslim akan merayakan kemenangan dengan Lebaran Idul Fitri. 

Tentu saja, semakin dekatnya lebaran, harusnya umat Muslim tak boleh lelah beribadah. 

Umat Muslim dianjurkan tak hanya salat lima waktu maupun berpuasa, namun senantiasa melakukan kebaikan. 

Pada dasarnya setiap hari pada bulan suci Ramadan sangatlah berkesan. 

Baca juga: Kapan Waktu Berbuka di Sulawesi Tenggara? Jadwal Buka Puasa di Konut, Muna Barat, Konsel, Baubau

Momentum ini spesial bagi umat Muslim karena banyaknya keberkahan yang Allah SWT. berikan untuk umat Muslim. 

Selain itu, Allah SWT. akan melipat gandakan pahala bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa.

Sehingga, ratusan juta umat manusia beragama Islam di muka bumi berlomba-lomba mendapatkan keutamaan Ramadan. 

Khususnya pada hari ke-10 ini, memasuki momen spesial dengan segala keutamaannya. 

Dikutip dari Tribunnews.com, fadhilah puasa hari ke-10 Ramadhan 2026 dapat menjadi pemompa semangat beribadah agar mendapat kesempurnaan.

Apalagi setiap berpuasa, umat Muslim dilatih secara fisik dan batin. 

Fisik yang dimaksud adalah ketahanan tubuh dalam menahan rasa lapar dan haus. 

Sementara batin berkaitan erat dengan perasaan dan jiwa seseorang. 

Sehingga, saat dua hal ini mampu dikontrol maka, umat dapat meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.

Masih dikutip dari Tribunnews.com, Rasulullah SAW dalam sabdanya menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. 

Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika umat muslim dan muslimah mengetahui fadhilah puasa hari ke-10 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an.

Fadhilah Puasa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya

Berkaca pada pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keutamaan Puasa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala tujuh puluh ribu hajat, memohonkan ampunan untuk kalian matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat.

Setiap yang kering dan yang basah, setiap binatang di laut dan dedaunan di pepohonan. 

Pada hari ke-10, Allah mengabulkan tujuh puluh ribu keinginan yang dipanjatkan orang-orang yang berpuasa pada hari tersebut.

Allah SWT juga akan memberi rezeki kebaikan dunia Akhirat.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.

Hadis riwayat al-Baihaqi, yang bersumber dari Abdullah Ibn Abbas r.a. Hadis itu cukup panjang, dan isi-isi dari hadis itu sebagai berikut:

Rasulullah menyatakan bahwa sesungguhnya surga sungguh-sungguh mempercantik dan menghiasi diri dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhan. 

Apabila hari pertama bulan Ramadhan telah datang, lalu Allah memerintahkan kepada Ridwan, penjaga surga untuk membuka pintu surga bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa, memerintahkan kepada Malik, penjaga neraka untuk menutup pintu neraka bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa.

“Setiap hari dari hari-hari Ramadhan, Allah memiliki ribuan hamba-Nya yang harus dibebaskan dari siksaan api neraka pada saat mereka akan berbuka puasa. Mereka sebenarnya sudah siap untuk dimasukkan ke dalam api nereka,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Jumat (27/2/2026).

"Pada malam qadar Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril a.s. untuk turun ke bumi, lalu Jibril dan para para malaikat lainnya turun ke bumi dalam keadaan berkelompok dan bersama mereka sebuah panji warna hijau. Lalu Jibril menancapkan bendera itu di atas Ka’bah. Jibril memiliki 100 saya, dan dua di antara sayapnya itu tidak pernah dikembangkannya kecuali pada malam itu. Lalu Jibril membentangkan dua sayapnya itu hingga mencapai ujung barat dan ujung timur bumi. Lalu Jibril memerintahkan para malaikat untuk mengucapkan salam kepada setiap orang yang berdiri, yang duduk, yang salat, dan berzikir dan bersalaman dengan mereka, lalu mereka mengaminkan semua doa yang mereka mohonkan kepada Allah hingga terbit fajar," lanjutnya.

Bacaan Doa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H

Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, 

Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Menang Disisi-Mu, 

Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu, 

Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan. 

Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.

Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni. 

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.

Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan. 

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. 

Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala." (*)

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.