BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Perilaku aneh buaya Sepanjang 1,5 meter saat anggota Damkar Tanahbumbu Kalsel pasang alat jebakan terangkap.
Ketenangan warga di kawasan Jalan Raya Batulicin (Tanah Merah), Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin, terusik dengan kemunculan predator berdarah dingin.
Kabarnya, ada dua ekor buaya dilaporkan kerap menampakkan diri di area tersebut hingga memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Merespons laporan yang meresahkan tersebut, tim gabungan dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu bergerak cepat melakukan tindakan evakuasi.
Baca juga: Voli Putri Banjarbaru Tetap Angkat Beban Saat Puasa, Ini Penjelasan Pelatih
Baca juga: Bandara Syamsudin Noor Bersiap Tambah Rute Internasional, Jeddah dan Singapura Jadi Target
Petugas memasang perangkap khusus berukuran besar untuk mengamankan satwa liar tersebut dari pemukiman warga pada Jumat (27/2/2026).
Kasatpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, memimpin langsung jalannya operasi pemasangan jebakan di titik yang menjadi lokasi favorit munculnya reptil tersebut.
Saat proses persiapan pemasangan berlangsung, seekor buaya dengan panjang sekitar 1,5 meter sempat muncul ke permukaan seolah memantau pergerakan petugas.
Syaikul Ansyari menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjamin keamanan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Menurutnya, keberadaan buaya tersebut sudah sangat mengganggu psikologis warga sekitar yang khawatir akan keselamatan mereka maupun hewan ternak.
"Kami memasang perangkap buaya sepanjang 6 meter di titik yang sering dilaporkan warga. Tadi saat persiapan, satu ekor sempat muncul dengan perkiraan panjang sekitar satu setengah meter," ujar Syaikul Ansyari di lokasi kegiatan.
Proses pemasangan alat tangkap ini dilakukan oleh tim Posko Damkar Batulicin dengan melibatkan warga setempat agar penempatan umpan dan jebakan lebih akurat. Sinergi antara petugas dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi satwa predator tersebut.
Kawasan Tanah Merah sendiri memang dikenal memiliki area perairan yang cukup rimbun, sehingga menjadi habitat potensial bagi buaya. Petugas mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang terlalu dekat dengan bibir air selama proses penangkapan berlangsung.
6 Tips Hindari Serangan Buaya Saat Berwisata di Perairan
Berwisata ke perairan di alam, seperti sungai, danau, atau laut, mungkin jadi pilihan bagi sebagian orang.
Terutama bagi mereka pencinta aktivitas berenang, menyelam, atau snorkeling, tentu sangat menyenangkan untuk menjelajah kawasan perairan, lengkap dengan satwa uniknya.
Namun, satwa yang ada di kawasan perairan alami, tidak selalu aman. Wisatawan bisa jadi bertemu dengan hewan buas, seperti buaya. Hal ini terutama jika perairan itu berada di sekitar hutan atau rawa yang jadi habitat hewan buas.
Seperti yang pernah terjadi di Labuan Cermin di Labuan Cermin, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tempat wisata dengan air sebening kaca ini ternyata kedatangan tamu tak diundang, yakni buaya sepanjang 4,7 meter.
Melansir Kompas.com, kemunculan buaya di Labuan Cermin bukan kali pertama, sebelumnya sudah pernah muncul dan viral di media sosial. Pemerintah setempat pun sudah memasang pagar pembatas agar buaya tidak masuk.
Selain Labuan Cermin, ada beberapa tempat wisata yang bisa jadi terdapat buaya, seperti rawa, hutan bakau, dan laut (buaya muara).
Cara menghindari serangan buaya:
Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari serangan buaya saat berwisata di perairan, dilansir dari CNN Travel:
1. Jangan mengganggu atau mengambil foto buaya
Buaya merupakan hewan predator yang memiliki insting untuk berburu dan memangsa. Hal ini karena buaya memiliki naluri untuk melindungi diri dari bahaya.
Ketika ada orang yang mencoba menangkap ekor atau mengambil foto, buaya dapat merasa terganggu. Hal ini dapat membuat buaya merasa terancam dan menyerang sebagai bentuk pertahanan diri.
2. Jangan beri makan buaya
Saat kamu menemukan buaya, jangan pernah memberi makan atau apa pun kepada buaya. Dengan kamu memberi makan, buaya akan kehilangan rasa takut terhadap manusia dan buaya dapat menyerang manusia.
Selain itu buaya akan menjadi agresif dan berbahaya ketika mereka mendapatkan makanan dari manusia.
3. Jangan panik
Jika kamu bertemu dengan buaya, penting untuk tetap tenang dan menghormati wilayahnya.
Ketika kamu sedang bermain di danau dan melihat seekor buaya, teruslah melewatinya dan berikan tempat yang luas agar mereka tidak menghampiri ke area kamu.
Jangan panik dan jangan melempar dayung atau batu ke dalam air. Hal ini malah dapat membuat buaya akan merasa terancam dan menyerang.
4. Lakukan sesuatu untuk menangkis buaya jika diserang
Jika kamu diserang oleh buaya, pastikan kamu melakukan sesuatu agar buaya tidak menggigit atau menangkamu.
Kamu bisa menusuk mata buaya dan memukul bagian atas kepala atau samping rahang buaya. Hal ini perlu kamu lakukan jika diserang, karena bagian tersebut sangat sensitif bagi buaya.
5. Berteriak untuk meminta pertolongan
Berteriak meminta pertolongan adalah hal yang penting untuk dilakukan jika kamu diserang buaya.
Dengan melakukan cara ini, seseorang yang berada di area danau akan menuju ke area kamu untuk membantu.
6. Larilah untuk menghindari buaya jika diserang
Jika kamu bisa melarikan diri di darat, larilah dengan cepat serta lurus, dan jangan lari dengan metode zig-zag.
Kecepatan lari buaya di darat lebih pelan, dibandingkan dengan lari manusia. Jadi kamu perlu lari dengan lurus, untuk meninggalkan buaya di belakang.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin/kompas.com)