5 Fakta Film Kuyank yang Bisa Lampaui Jumlah Penonton Saranjana: Kota Gaib, Lanjutannya Apa Yaa?
Mulyadi Danu Saputra February 28, 2026 10:52 AM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabar gembira dan membanggakan datang dari pentas sinema Kalimantan Selatan (Kalsel).

Film Kuyank tercatat mampu menembus 1 juta penonton pada Jumat, 27 Februari 2026 atau pada hari ke-30 penayangannya di bioskop.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi rumah produksi dari Hati Films @/darihatifilms.

Baca juga: Angkat Mitos Mistis di Kalimantan, Capaian 1 Juta Penonton Film Kuyank Pancing Reaksi Netizen Kalsel

Angka tersebut berpotensi terus bertambah mengingat film horor berbumbu komedi ala masyarakat Banjar di Kalsel itu bertahan di bioskop hingga Ramadhan 1447 Hijriah ini.

Berikut 5 fakta film berkisah hantu wanita mandul yang berupaya menjaga keutuhan rumah tangganya tersebut.

1. Sutradara asal Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Film Kuyank disutradrai oleh Johansyah Jumberan, sineas asal Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel.

Ini film kedua Joe, sapaannya, setelah Saranjana: Kota Gaib (2003).

Debutnya sebagai penulis skenario film layar lebar terjadi pada tahun 2015 melalui film Catatan Akhir Kuliah, yang memperoleh nominasi Piala Citra pada kategori Penulisan Skenario Adaptasi Terbaik.

2. Film Banjar kedua capai 1 juta lebih penonton

Film Kuyank yang berdurasi 1 jam 38 menit merupakan karya kedua anak Banua yang mampu mencapai 1 juta lebih penonton.

Sebelumnya, film Saranjana: Kota Gaib (2003) yang berkisah kota tak kasat mata di Kabupaten Kotabaru, mengumpulkan 1 juta penonton pada hari ke-17 penayangan di bioskop.

Hingga turun layar, Saranjana membukukan 1.248.107 penonton.

3. Padukan artis nasional dan lokal

Pemeran film Kuyank didominasi artis dan selebgram dari Banjarmasin. Mulai dari pemeran utama hingga figuran.

Di antaranya Putri Intan Kasela selaku tokoh utama sebagai Rusmiati alias hantu kuyang.

Lalu ada Ipul Hary, Guru Ibir dan Tommy Kaganangan yang lebih dulu populer lewat video komedi singkat di media sosial.

Sedangkan deretan artis nasional mulai dari Rio Dewanto sebagai Badri (suami Rusmiati), Ochi Rosdiana mantan member JKT 48 hingga aktor senior Barry Prima yang dulu kondang lewat film Jaka Sembung.

Legenda film nasional itu berperan sebagai Utuh Ampong, karakter berpengaruh yang membawa nuansa mistis dan otoritas adat dalam cerita.

4. Gabungkan Bahasa Banjar dan Indonesia

Karena berlatar di tanah Banjar, film Kuyank banyak menggunakan Bahasa Banjar yang diberi subtitle Bahasa Indonesia.

Hal itu jadi nilai plus menarik yang berikan nuansa berbeda. Selain itu tentunya turut mengenalkan dan memopulerkan Bahasa Banjar di level nasional.

5.  Bakal ada film lanjutannya?

Film Kuyank merupakan prekuel atau kisah sebelum film Saranjana: Kota Gaib (2003).

Artinya, bakal ada sekuel atau film yang melanjutkan alur cerita dari karya sebelumnya. 

Kemungkinan itu terbuka lebar, mengingat di Kalsel masih ada beberapa ‘hantu lokal’ atau tempat gaib lain. 

Sebut saja Gunung Pamaton sebagai tanda batas wilayah Kasultanan Banjar dan wilayah kekuasaan Belanda tempo doeloe.

Konon di Gunung Pamaton yang berada di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar itu, ada kota gaib yang tak kalah gemerlap dibanding Saranjana di Kabupaten Kotabaru.

(Banjarmasinpost.co.id/mulyadi danu saputra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.