TRIBUNNEWSMAKER.COM - Program Menu Kering Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Boyolali kembali menuai perhatian publik.
Sorotan muncul setelah puluhan paket makanan dibatalkan distribusinya di tingkat sekolah.
Sebanyak 46 paket MBG di PAUD/KB Kids Fun Education, Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, dikembalikan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Keputusan itu diambil karena menu sosis dinilai memiliki tanggal kedaluwarsa yang terlalu dekat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27/2/2026) saat paket makanan diterima pihak sekolah.
Pengelola lembaga pendidikan itu memilih bersikap hati-hati demi keselamatan anak-anak.
Dari total paket yang diterima, seluruhnya berjumlah 46 dan semuanya dikembalikan.
Langkah ini sekaligus menambah daftar polemik yang membayangi program MBG, mulai dari sorotan harga oleh LSM hingga dugaan kualitas makanan.
Pengelola PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Dewi Ritaningsih, menjelaskan bahwa pihaknya menerima jatah makanan untuk dua hari sekaligus.
Baca juga: Menu MBG di Solo Jateng Viral, Dikomplain Tak Layak, Ada Belimbing Mentah
Pada kemasan sosis oven isi daging tercantum tanggal produksi 25 Februari 2026 dan kedaluwarsa 27 Februari 2026.
Kondisi itulah yang membuatnya mengambil keputusan tegas.
"Saya nggak mau berisiko terhadap anak-anak, karena ini PAUD sehingga daya tahan tubuh mereka itu kan masih belum sangat kuat. Ya kalau dia tahan perutnya, kalau nggak tahan," ujar Dewi.
Menurutnya, sosis tersebut memang telah melalui proses pemanggangan dengan oven.
Namun, meski bagian luar tampak kering, bagian dalamnya tetap berupa daging basah.
"Sosis itu memang oven tapi di dalamnya itu daging basah. Jadi kalau memang sudah expired kan dia juga sudah memperkirakan," kata Dewi.
Setelah paket dikembalikan, pihak SPPG mengganti menu MBG untuk sekolah tersebut.
Pada sosis pengganti, tanggal kedaluwarsa tertulis 28 Februari 2026.
Namun, Dewi menyoroti perbedaan penulisan tanggal.
Jika sebelumnya tercetak menggunakan ketikan komputer, pada menu pengganti tanggal kedaluwarsa ditulis tangan.
Ia meminta petugas SPPG lebih teliti, baik dari sisi keamanan pangan maupun keseragaman isi paket.
Menurutnya, perbedaan isi makanan berpotensi menimbulkan kecemburuan di antara siswa PAUD.
Baca juga: Ketua BEM UGM Tiyo Adrianto Diteror Usai Kritik MBG, Menteri HAM Yakin Bukan Pemerintah: Tak Mungkin
Ketua Satgas MBG yang juga Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, memastikan persoalan ini langsung ditindaklanjuti.
“Hari ini Dinas Kesehatan langsung TL (tindak lanjut),” kata Dwi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, FX. Kristandyoko, menyatakan pihaknya sudah turun ke SPPG Gagaksipat 2 untuk melakukan pengecekan.
"Sampun... Menunya sampun diganti...kita benahi bersama-sama," kata Kristandyoko.
Ia menjelaskan, istilah expired atau kedaluwarsa merujuk pada batas terakhir suatu produk layak digunakan atau dikonsumsi.
Setelah melewati tanggal tersebut, kualitas, efektivitas, dan keamanan produk bisa menurun signifikan.
"Apakah benar sosis sudah kedaluwarsa? Belum mas...kita harus hati-hati," imbuhnya.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)