Atensi Banjir, Badung Bali Rancang Bangun Sistem Long Storage di Alur Tukad Mati
Putu Dewi Adi Damayanthi February 28, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam mengendalikan banjir yang terjadi di wilayah Kuta dan Kuta Selatan, Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan beberapa langkah, salah satunya yakni dengan membangun sistem long storage. 

Long Storage pun dirancang akan dibangun di alur Tukad Mati, sehingga bisa menampung dan mengendalikan debit air saat musim hujan.

Informasi yang dihimpun pada Jumat 27 Februari 2026, program tersebut telah memasuki tahap lelang melalui sistem pengadaan nasional Inaproc. 

Proyek ini tercatat sebagai Lelang Pembangunan Stasiun Pompa Banjir – Belanja Modal Bangunan Pengaman Sungai/Pantai dan Penanggulangan Bencana Alam – Pengawasan Pembangunan Pengendali Banjir Alur Tukad Mati (Long Storage) di Kabupaten Badung.

Baca juga: PUPR Sedot Air, Jalan Segara Madu Kuta Masih Banjir, Penyebab Intensitas Hujan Tinggi & Pasang

Untuk proyek itu pun anggaran sudah disiapkan melalui  APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp846.562.923,00 dan nilai HPS paket Rp846.497.338,00. 

Bahkan rencana pembangunan itu pun dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Badung melalui Bidang Sumber Daya Air.

"Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi di kawasan padat aktivitas di Badung Selatan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra.

Pihaknya mengakui jika rencana  pembangunan long storage tengah memasuki tahap pengadaan.

"Saat ini sedang dalam proses lelang untuk beberapa proyek infrastruktur pengendali banjir," katanya.

Selain pembangunan long storage, Pemkab Badung juga menyiapkan sejumlah proyek pendukung lain untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase di beberapa titik rawan banjir. 

Drainase pengendali banjir akan dibangun di kawasan Basangkasa, Sunset Road, Campuhan, Dewi Sri (1, 2, 3), serta Pandawa.

"Pemerintah daerah juga merencanakan peninggian badan jalan di Jalan Kunti. Ruas jalan sepanjang sekitar 100 meter tersebut akan ditinggikan karena posisinya lebih rendah dibandingkan aliran sungai di sekitarnya sehingga rawan tergenang saat hujan deras," bebernya.

Selain itu, pembangunan drainase juga akan dilakukan di Banjar Semer, Kelurahan Kapal. 

Sistem drainase ini nantinya akan mengalirkan air menuju Sungai Yeh Poh, sehingga diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

"Drainase Banjar Semer Pembangunan drainase di Banjar Semer, Kelurahan Kapal, yang alirannya akan dibuang ke Sungai Yeh Poh," ucapnya.

Selanjutnya, peningkatan Kapasitas Pompa juga akan dilakukan, di mana rencana pemasangan pompa dengan kapasitas 30.000 liter per detik di muara Tukad Mati. 

Sehingga saat terjadi banjir tidak seperti beberapa hari lalu, proses surutnya lama.

"Beberapa hari lalu, kami di Dinas PUPR Badung sampai mengerahkan 40 personel diturunkan ke lapangan, terdiri dari 30 orang untuk operasional pompa sedang dan 10 orang khusus menangani selang berat pada pompa besar," jelasnya

Lebih lanjut, ia pun berharap sistem pengendalian banjir di wilayah selatan dapat bekerja lebih efektif, sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata tetap berjalan lancar meski curah hujan tinggi.

"Semoga apa yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga tidak terjadi banjir lagi," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.