Bocah 5 Tahun di Kediri Ditemukan Tewas di Kolam Penuh Kenceng Gondok, Sempat Dilaporkan Hilang
Sri Wahyuni February 28, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Seorang bocah usia 5 tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (28/2/2026).  

Bocah itu diketahui bernama Muhammad Shafwan Hasnawi, warga Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Sebelumnya, bocah itu dilaporkan hilang sejak Kamis (26/2/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sekitar pukul 14.00 WIB saat berada di sekitar rumahnya.

Keluarga yang panik langsung melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Aparat Polsek Mojo bersama warga setempat kemudian bergerak melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai.

Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif selama tiga hari dengan melibatkan berbagai unsur. 

"Sejak laporan kami terima, pencarian dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, aparat kepolisian dan unsur terkait lainnya dengan menyisir sejumlah titik yang dicurigai," kat Mahmud, Sabtu (28/2/2026).

Pada hari ketiga pencarian, tim gabungan memfokuskan upaya di area bekas kolam ikan yang berada di dusun setempat.

Kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter itu diketahui tertutup tanaman enceng gondok yang tumbuh lebat di permukaan air. 

Baca juga: Kampung Coklat Blitar Bagikan Uang THR untuk Ribuan Jemaah Pengajian, Sudah Berjalan 12 Tahun

Warga kemudian membersihkan tanaman tersebut menggunakan alat sederhana dengan cara menarik enceng gondok ke tepi kolam.

"Pencarian hari ketiga difokuskan di bekas kolam ikan yang tertutup eceng gondok. Saat proses pembersihan hampir mencapai bagian tengah kolam, warga melihat tubuh korban mengapung dalam posisi tengkurap," jelasnya.

Korban ditemukan mengenakan kaos cokelat dan celana pendek merah tanpa alas kaki. Bagian tubuhnya terlilit akar enceng gondok yang tumbuh lebat.

Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke daratan untuk dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. 

"Tidak terdapat luka akibat benda tajam maupun benda tumpul yang mengarah pada tindakan penganiayaan," tegas Mahmud.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah indikasi medis yang sesuai dengan kondisi korban yang telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. 

Jenazah berada dalam fase pembusukan yang diperkirakan selaras dengan waktu hilangnya korban, yakni sekitar tiga hari. 

Kondisi kuku korban yang membiru serta keluarnya kotoran menjadi indikator yang lazim ditemukan pada korban meninggal akibat tenggelam.

Identifikasi dilakukan melalui pakaian dan ciri-ciri fisik korban yang sesuai dengan laporan anak hilang yang sebelumnya diterima pihak kepolisian. 

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar lokasi berbahaya seperti kolam atau sungai," ujarnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.