Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM,TANGSEL–Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 02 Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (27/2/2026), memicu kekecewaan sejumlah wali murid.
Padahal MBG yang didistribusikan ke sekolah tersebut merupakan kali pertama, sejak program andalan Pemerintahan Prabowo-Gibran itu digulirkan secara nasional pada Januari 2025 lalu.
Di SDN 02 Jombang Ciputat, tersebut total sebanyak 1.036 siswa menerima paket MBG yang disalurkan melalui SPPG Serua Indah 3.
Beberapa wali murid menilai, menu yang dibagikan terbilang sederhana, yakni hanya berupa satu buah jeruk, satu buah roti, dan siomay.
Penyaluran itu sendiri dilakukan langsung di lingkungan sekolah saat jam kegiatan belajar, dengan pengawasan petugas bernama Tristan K.
Beberapa wali murid mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan gizi anak, tetapi menilai menu yang diterima belum memenuhi standar gizi seimbang.
Baca juga: Ketua DPRD Lebak Kerahkan Anggota Awasi MBG, Pastikan Kualitas dan Kelayakan Menu
“Harapannya menu bisa lebih lengkap, ada nasi atau lauk yang lebih mengenyangkan,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Ia menilai, menu sederhana yang diberikan tersebut, kurang mendukung tumbuh kembang, konsentrasi, dan energi belajar anak.
Sehingga ia berharap, agar terjadu evaluasi menyeluruh terhadap kualitas menu MBG yang dibagikan di setiap sekolah khususnya di wilayah Kota Tangerang Selatan.
"Jadi tidak hanya di sekolah ini saja, tapi ke sekolah yang lain juga. Harapannya penyelenggara dan instansi terkait benar-benar memastikan komposisi nutrisi sesuai pedoman kesehatan anak," pungkasnya.
Koordinator Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tangerang Selatan (Tangsel), Nindy Sabrina menyatakan, dirinya tidak mengetahui alasan yang menyatakan menu MBG tersebut dinilai tidak layak.
Sebab kata Nindy, hingga saat ini dirinya belum menerima laporan terkait hal tersebut.
"Saya kurang tau ya kenapa dinilai tidak layak, karena sampai sekarang juga belum ada laporan juga yang masuk," ujarnya kepada TribunBanten.com, melalui pesan singkat, Sabtu (28/2/2026).