Jantung Tehran Membara, Rudal Israel Hantam Kawasan Kantor Khamenei
Darwin Sijabat February 28, 2026 04:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Langit pusat kota Tehran berubah mencekam pada Sabtu (28/2/2026) setelah Israel melancarkan serangan rudal presisi yang menyasar titik-titik vital di ibu kota Iran tersebut. 

Ledakan hebat dilaporkan mengguncang kawasan strategis, termasuk area yang berada sangat dekat dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.

Serangan yang terjadi pada siang hari waktu setempat ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. 

Ia menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan langkah "serangan pendahuluan" (pre-emptive strike) untuk melenyapkan ancaman langsung terhadap kedaulatan Israel.

"Negara Israel meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghapus ancaman terhadap negara Israel," tegas Katz tanpa merinci lebih lanjut target spesifik lainnya.

Eskalasi ini meletus tepat setelah negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu. 

Sebelumnya, AS telah menyiagakan armada kapal perang dan jet tempur di kawasan tersebut guna menekan Teheran dalam kesepakatan nuklir yang gagal tercapai.

Kondisi Lapangan: Asap Tebal di University Street

Laporan dari Fars News Agency dan koresponden Al Jazeera di lapangan mengonfirmasi bahwa sejumlah rudal menghantam area University Street dan Jomhouri. 

Asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari beberapa titik di pusat kota, memicu kepanikan warga.

Baca juga: Terungkap Israel tak Akan Tarik Pasukannya dari Gaza, Ini Alasannya

Baca juga: Juru Parkir Jambi Klaim Video di Paris Asli Bukan AI, Rahasia S2 Terbongkar

Media setempat melaporkan belum ada kepastian apakah sang Pemimpin Tertinggi berada di kantornya saat ledakan terjadi, mengingat ia belum muncul di depan publik dalam beberapa hari terakhir.

Dunia Menanti Balasan Iran

Pasca-serangan, situasi di Timur Tengah berada di titik didih tertinggi:

Israel: Menutup seluruh ruang udara dan menetapkan status darurat nasional. 

Sistem pertahanan udara disiagakan penuh untuk mengantisipasi hujan rudal dan drone balasan.

Iran: Langsung menutup ruang udara mereka dan memberikan sinyal peringatan keras.

Iran sebelumnya telah mengancam akan menjadikan personel serta pangkalan militer Amerika Serikat sebagai target sah jika kedaulatan mereka dilanggar. 

Sementara itu, pihak militer AS di kawasan memilih untuk tidak segera memberikan komentar terkait serangan sekutu terdekatnya tersebut.

Suasana Mencekam di Tehran

Di Tehran, jalan menuju kompleks Khamenei ditutup, sementara ledakan lain terdengar di berbagai penjuru kota.

Iran menutup ruang udara dan memutus layanan telepon seluler.

 Televisi pemerintah hanya melaporkan ledakan tanpa menyebut penyebabnya.

Sementara itu, sirene peringatan berbunyi di seluruh Israel, yang menutup ruang udaranya. Militer Israel mengeluarkan “alert proaktif” untuk mempersiapkan publik menghadapi kemungkinan serangan balasan.

Sejumlah rumah sakit memindahkan pasien dan operasi ke fasilitas bawah tanah sebagai bagian dari protokol darurat.

Serangan ini terjadi di tengah upaya Washington menekan Iran agar menyepakati kesepakatan nuklir baru.

Presiden AS Donald Trump melihat peluang membatasi program nuklir Iran saat negara itu menghadapi gejolak domestik akibat protes nasional. 

Namun Iran menegaskan tetap berhak memperkaya uranium dan menolak membahas program rudal balistik serta dukungan terhadap kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hezbollah.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.

Iran sebelumnya memperingatkan bahwa personel dan pangkalan militer AS di kawasan akan menjadi target jika terjadi agresi.

Baca juga: Tradisi Berbagi di Bulan Ramadhan, Ade Erlanda dan Nur Apriyanti: Kami Bahagia Melihat Senyum Mereka

Baca juga: Resep Bolu Kojo, Tekstur Lembut dan Aroma Pandan Kuat

Baca juga: Juru Parkir Jambi Klaim Video di Paris Asli Bukan AI, Rahasia S2 Terbongkar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.