Perusahaan China Lirik Karimun Bangun PLTS, Jika Jadi Bisa Serap hingga 3.000 Pekerja
Dewi Haryati February 28, 2026 05:07 PM

 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Perusahaan energi asal China, Orien Energy melirik Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk investasi di bidang energi terbarukan.

Baru-baru ini, delegasi Orien Energy memulai penjajakan investasi itu dengan datang ke Pulau Belat. 

Penjajakan investasi ini juga didukung penuh dan difasilitasi Anggota DPD RI Dapil Kepri Ismeth Abdullah.

Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan, perusahaan asal China ini konsentrasi membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dilengkapi teknologi penyimpanan baterai mutakhir.
 
"Kami berharap mereka betul-betul serius, jadi melakukan investasi di Kecamatan Belat," kata Iskandarsyah, melansir Instagram @diskominfo_karimun, Sabtu (28/2/2026).

Bupati Karimun ini menilai, jika rencana investasi bangun PLTS ini terwujud, pengaruhnya akan luar biasa bagi Karimun.

Terutama bagi terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat Karimun.

Ia memproyeksikan bisa membuka 2.000 hingga 3.000 lapangan kerja di Karimun, jika investasi ini terealisasi.

"Makanya kami akan mendorong ini. Karena di sistem pembangunan Kabupaten Karimun, kami merancang bukan hanya pertumbuhan, tapi juga pemerataan," ujarnya.

Ia melanjutkan, nantinya tiap kecamatan di Karimun tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkembang dengan masuknya investasi.

"Ada yang di Belat, ke Sugie Besar, budidaya lobster kita arahkan ke Durai," kata Iskandar lagi.

Ia melanjutkan, adapun delegasi dari China yang datang ini langsung dari pimpinan perusahaan, membawa ahli dan profesor.

"Nantinya mereka akan lebih sering datang ke sini, melakukan riset penataan untuk pembangunan PLTS di Belat," ujarnya.

Iskandar menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun siap menyuplai tenaga kerja lokal untuk kebutuhan di perusahaan itu nantinya.

"Mereka butuh apa, kita akan sekolahkan di BLK (Balai Latihan Kerja)," katanya.

Jika investasi ini terwujud, ia memperkirakan perusahaan butuh waktu 3-5 tahun untuk membangun proyek energi terbarukan itu.

Dalam kurun waktu itu, Pemkab juga akan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang siap dipekerjakan di proyek itu nantinya.

"Ya (investasi) harus ada pengaruh juga bagi masyarakat. Ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka," katanya. (Tribunbatam.id/wie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.