Fenomena Langka Hari Ini! Langit Indonesia Dihiasi 6 Planet, Ini Waktu dan Cara Melihatnya
Amelia Mutia Rachmah February 28, 2026 05:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Fenomena langit langka akan terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika enam planet tata surya tampak berada di sisi langit yang sama dalam peristiwa yang dikenal sebagai planetary parade. 

Momen ini bertepatan dengan waktu berbuka puasa di Indonesia, sehingga dapat menjadi pengalaman istimewa sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang.

Fenomena ini dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia selama kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan tebal.

Meski keenam planet tersebut tidak benar-benar sejajar secara fisik, dari sudut pandang Bumi posisinya akan terlihat seolah-olah membentuk satu garis memanjang dari barat ke timur.

Waktu Terbaik dan Planet yang Terlihat

Momen terbaik untuk pengamatan berlangsung singkat, sekitar 30 menit setelah Matahari terbenam di arah barat. Empat planet, yakni Venus, Merkurius, Saturnus, dan Neptunus, hanya terlihat kurang dari satu jam sebelum tenggelam di cakrawala.

Baca juga: 6 Tips Menyaksikan Gerhana Bulan Total Pada Selasa 3 Maret 2026

Sementara itu, Jupiter dan Uranus dapat diamati di bagian langit berbeda dengan bantuan panduan rasi bintang.

Pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa masyarakat dapat menemukan posisi keenam planet dengan memperhatikan jalur ekliptika, yakni lintasan semu Matahari di langit.

“Cara melihatnya, perhatikan langit pada jalur sekitar matahari terbenam sampai posisi bulan,” jelas Thomas.

Pengamatan dapat dimulai dari arah barat tepat setelah Matahari terbenam, lalu arahkan pandangan mengikuti jalur tersebut hingga ke atas kepala.

Cara Melihat Fenomenanya

Menurut Thomas, Venus, Saturnus, dan Jupiter merupakan tiga planet yang paling mudah diamati dengan mata telanjang. Venus biasanya tampak paling terang dibanding objek di sekitarnya.

Baca juga: Jadwal Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di Kaltim, BI Buka SERAMBI Periode 2 via PINTAR

Jupiter dan Saturnus terlihat seperti bintang yang lebih redup namun tetap jelas tanpa alat bantu.

Adapun Merkurius, Uranus, dan Neptunus cenderung lebih redup sehingga memerlukan bantuan teleskop untuk pengamatan yang lebih optimal.

Untuk hasil terbaik, masyarakat disarankan memilih lokasi dengan horizon barat terbuka serta minim polusi cahaya, seperti area lapang atau tempat jauh dari sorotan lampu kota.

Bagi yang menggunakan teleskop, perangkat sebaiknya disiapkan sebelum Matahari terbenam.

Aplikasi peta langit di ponsel juga dapat membantu menentukan posisi masing-masing planet secara lebih akurat.

Baca juga: Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Indonesia, Cara Melihat Blood Moon dan Tips

Waktu Maghrib berbeda di setiap daerah, sehingga masyarakat perlu menyesuaikan dengan lokasi masing-masing.

Sebagai contoh, pada 28 Februari 2026, waktu Maghrib di Surakarta sekitar pukul 18.00 WIB, sedangkan di Jakarta sekitar pukul 18.15 WIB.

“Waktunya setelah Maghrib di ufuk barat sampai atas kepala,” ujar Thomas.

Fenomena ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa di luar ruangan. Selain menikmati kebersamaan, momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyaksikan peristiwa astronomi yang jarang terjadi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.