Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 2026.
Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat Provinsi Bengkulu merupakan salah satu wilayah rawan bencana di Pulau Sumatera, terutama gempa bumi, banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, memastikan seluruh personel telah disiagakan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.
“Personel kita terus bersiaga untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ungkap Khristian saat dihubungi TribunBengkulu.com melalui WhatsApp, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kesiapan tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas sektor. Pembahasan meliputi kesiapan sumber daya manusia, peralatan, hingga sistem komunikasi darurat.
“Kita sudah membahas kesiapan BPBD, personel, serta koordinasi lintas sektor. Semua sudah dipersiapkan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem di Bengkulu,” jelasnya.
Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat
Koordinasi kesiapsiagaan tersebut turut melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah dinas teknis lainnya. Sinergi antarinstansi dinilai penting untuk memastikan respons cepat dan tepat saat terjadi bencana.
“Basarnas sudah sangat stand by, begitu juga BPBD. Komunikasi berjalan baik dan akan terus ditingkatkan demi memperkuat ketangguhan menghadapi cuaca ekstrem,” tambahnya.
Lokasi Wisata Jadi Perhatian
Selain fokus pada potensi bencana alam, BPBD Bengkulu juga melakukan pemantauan di sejumlah lokasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran.
Kawasan pantai dan perbukitan menjadi titik perhatian karena memiliki tingkat risiko tertentu, terutama apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Penempatan personel di sejumlah lokasi strategis dilakukan guna mempercepat respons jika terjadi insiden, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan.
BPBD Bengkulu juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca selama Ramadan hingga masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Masyarakat diminta untuk rutin memantau informasi resmi dari pemerintah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.