TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA — Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 (Tribun PAAF 2026) disiapkan tidak sekadar sebagai event satu kali penyelenggaraan.
Kompetisi hasil kolaborasi Tribun Network dan Federasi Futsal Indonesia (FFI) ini dirancang berjenjang, mulai dari seri daerah hingga putaran nasional.
Targetnya, ajang Tribun PAAF 2026 ini melibatkan 20 kota/provinsi dengan total 720 tim putra dan putri.
Audiensi dan penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Tribun Network, Palmerah Barat, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Dalam pertemuan itu, gagasan besar Tribun PAAF 2026 mengerucut pada satu kebutuhan: jalur pembinaan yang lebih rapi, lebih adil, dan menjangkau daerah.
Baca juga: Kompetisi Futsal Pelajar Tribun PAAF 2026 Terapkan Sport Science, Digelar di 20 Kota
CEO Tribun Network Dahlan Dahi menegaskan, Tribun ingin mengangkat potensi lokal yang selama ini tidak punya akses.
“Tagline ‘Mata Lokal Menjangkau Indonesia’ itu cara kerja kami. Berangkat dari kekuatan lokal, kami ingin menghadirkan perjalanan yang realistis agar potensi daerah bisa menembus panggung nasional,” kata Dahlan.
Dalam seri daerah, sejumlah kota mulai menyatakan kesiapan. Solo dan Yogyakarta menargetkan kebangkitan futsal pelajar dengan jalur prestasi yang lebih jelas. Gresik dan Malang ingin memaksimalkan basis sekolah di Jawa Timur, termasuk membuka ruang putra-putri.
Rangkaian seri itu dipahami FFI sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan kelompok umur.
Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar menilai, futsal Indonesia sedang naik kelas. Namun, ia mengingatkan fondasi di level pelajar harus dibangun lewat sistem yang konsisten dan kompetisi yang memberi ruang perkembangan.
Vice GM Event Tribun Network sekaligus Project Director Tribun PPAF 2026, RB Danang Purwoko menegaskan, format Tribun PAAF 2026 dibuat “panjang” agar antusiasme tidak meletup sebentar lalu padam.
“Kompetisinya dibuat panjang supaya pembinaan dan antusiasmenya kebangun, bukan ramai sebentar lalu hilang,” ujar Danang.
Bagi stakeholder, pola berjenjang ini menjadi poin jual yang kuat. Sponsor bisa mengukur eksposur dan keterlibatan, pemda bisa memasukkan kompetisi ke agenda pembinaan daerah, sekolah punya target yang lebih nyata, dan federasi mendapat basis pemantauan yang lebih luas.
Perkembangan seri-seri daerah, kota penyelenggara, jadwal, hingga informasi lengkap Tribun PAAF 2026 dapat diikuti melalui www.putihabuabu.id