TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Femung Pebaya gelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-24 tahun buku 2025, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Gereja GKII Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ) tersebut dihadiri anggota dari tujuh kantor cabang se-Kalimantan Utara.
RAT secara resmi dibuka oleh Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali yang dalam hal ini diwakili oleh Camat Sesayap, Indra Hatari yang disambut dengan penampilan tari gong yang merupakan tari tradisional suku Dayak khususnya Dayak Kenyah dan Kayan.
Dalam pelaksanaannya, RAT juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada anggota KSP Credit Union Femung Pebaya berprestasi.
Baca juga: Tingkatkan Status TP Mulun Do jadi Kantor Cabang, KSP CU Femung Pebaya Target Aset Tembus Rp 37 M
Ada juga hiburan tari tradisional suku Dayak, serta pembagian door prize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor Yamaha Mio.
Selain itu deretan stand UMKM juga turut berjejer di halaman gereja dengan menyuguhkan berbagai macam produk UMKM baik jajanan maupun karya kerajinan tangan seperti tas dan aksesoris manik maupun produk yang terbuat dari kain.
Ketua Pengurus CU Femung Pebaya, Hendri Fangeran, mengatakan pelaksanaan RAT merupakan amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan koperasi paling lambat enam bulan setelah tutup buku 31 Desember.
“Ini amanat undang-undang bahwa koperasi harus melaksanakan RAT paling lambat enam bulan setelah tutup buku. Dan kita selalu melaksanakan di bulan Februari,” ujar Hendri kepada TribunKaltara.com.
Ia menjelaskan, forum RAT menjadi ruang bagi pengurus untuk menyampaikan laporan kerja, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), serta Laporan Hasil Pengawasan (LHP).
Baca juga: KSP CU Femung Pebaya Perluas Akses Layanan Melalui Mal Pelayanan Publik Malinau
“Tujuannya untuk mendengarkan hasil laporan kerja pengurus atau laporan pertanggungjawaban dan LHP pengawas. Sekaligus ini ruang bagi anggota untuk memberikan saran, masukan, pendapat, dan tentu ruang apresiasi bagi anggota,” jelasnya.
Hendri menyebut, persiapan kegiatan telah dilakukan kurang lebih satu bulan, dengan pertimbangan efisiensi waktu, RAT dilaksanakan dalam satu hari penuh dan diperkirakan berlangsung hingga malam hari.
“Anggota yang hadir ini bahkan sudah datang dari kemarin. Mereka berasal dari tujuh kantor cabang kami se-Kalimantan Utara, baik yang ada di Malinau, KTT, Nunukan, Tarakan, dan Bulungan,” katanya.
Menurutnya, penekanan utama dalam RAT kali ini adalah mendorong keterlibatan aktif anggota dalam setiap gerakan koperasi.
“CU ini dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jadi dukungan dan keterlibatan anggota itu yang paling penting,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan RAT dilakukan secara bergilir di setiap kantor cabang, dan Tana Tidung menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya, kegiatan kerap digelar di Pendopo Djaparudin Jalan Inhutani, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ).
Namun kali ini dipindahkan ke Gereja GKII di Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap dengan pertimbangan bulan suci Ramadhan.
“Karena ini bulan puasa dan di sekitar pendopo banyak umat muslim yang ingin melaksanakan sholat tarawih, sementara acara ini sampai malam, jadi supaya tidak mengganggu ibadah kami putuskan di gedung gereja,” ujarnya.
Ia menegaskan penggunaan gedung gereja bukan karena berbasis agama tertentu, melainkan pertimbangan kapasitas dan fasilitas yang memadai.
“Bukan karena anggota kami semuanya kristen. Gedung ini luas dan sarana pendukungnya cukup. Kami tidak berbasis agama atau suku tertentu, kami melayani anggota secara keseluruhan,” tegasnya.
Hendri menjelaskan, meskipun gerakan CU awalnya berkembang dari komunitas Dayak yang mayoritas beragama Kristen, namun saat ini keanggotaan terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia.
“Siapapun boleh mendaftar selama dia WNI. Tidak memandang suku dan agama. Yang kami utamakan KTP domisili Kalimantan Utara,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, CU Femung Pebaya tidak hanya bergerak di bidang layanan keuangan, tetapi juga memiliki deputi pemberdayaan yang mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) anggota.
“Kita bantu dari pembiayaan, pelatihan, sampai dukungan pemasaran. Bahkan kita sediakan tempat untuk mereka mempromosikan dan menjual produk. Jadi CU ini tidak hanya melayani keuangan, tapi memberi dampak ekonomi langsung,” jelasnya.
Melalui RAT ini, pihaknya juga menyampaikan rencana kerja ke depan kepada anggota sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi.
“Ini forum kita untuk menyampaikan rencana apa yang mau kita lakukan ke depan. RAT ini ruang bersama,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti