ARAHAN KEPALA BGN soal Protes Menu MBG saat Bulan Ramadhan: SPPG Perbaiki Kemasan dan Isi
Muhammad Ulung Dzikrillah February 28, 2026 09:11 PM

- Menu makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan saat bulan suci Ramadhan 2026 ini.

Pasalnya, menu MBG yang diberikan kepada para pelajar dianggap tidak layak dan mendapat protes dari orang tua murid.

Bahkan, para orang tua murid melakukan protes secara langsung dengan menggeruduk satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Merespons hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tak menampik jika persoalan tersebut juga telah sampai ditelinganya.

"Terkait menu MBG saat ramadhan ini memang saya mendapat laporan yang cukup masif," ujarnya di SPPG Cibuluh 1, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (28/2/2026).

Dadan Hindayana mengatakan bahwa permasalahan tersebut telah dilakukan pembahasan bersama seluruh SPPG dan mitra yang terlibat.

Dalam konsolidasi tersebut, ia meminta agar menu MBG dilakukan perbaikan mulai dari kemasan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat.

"Banyak SPPG hanya menggunakan kantong plastik, jadi dari segi penampilan kurang menarik. Kami minta agar disusun dalam sebuah box yang lebih menarik," katanya.

Kemudian, SPPG diharuskan memberikan penjelasan harga dan kecukupan gizi dari masing-masing menu yang disajikan.

Ia juga meminta agar SPPG menyajikan menu yang lumrah dikonsumsi masyarakat meskipun dari segi gizi dan harga hampir sama agar tidak menimbulkan penilaian berbeda di masyarakat.

Selain itu, ia juga menegaskan perlunya pengecekan kualitas barang dari suplyer sebelum dikirim dan tidak memaksakan pendistribusian apabila kurang layak.

"Lebih baik disampaikan bahwa kita akan susulkan kemudian daripada mengirimkan makanan yang sudah dalam kualitas yang tidak baik," katanya.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa pada bulan suci Ramadhan ini tiap SPPG dapat berkreasi membuat panganan lokal sesuai kultur di wilayahnya masing-masing.

Menurutnya poin penting dari menu MBG adalah memiliki kualitas yang baik serta mengedepankan kearifan lokal.

Terlebih, kata dia, saat ini sudah banyak edukasi terkait pemenuhan gizi pada panganan berkualitas berbasis potensi sumber daya lokal.

"Jadi untuk ramadhan ini sebetulnya di daerah-daerah punya panganan-panganan lokal. Yang biasa mereka siapkan untuk Ramadhan," katanya.

Lebih lanjut, Dadan Hindayana mengatakan bahwa hal-hal tersebut telah dikoordinasikan dan diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik.

Ia pun memastikan bahwa BGN akan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar program MBG ini sukses.

"Saya kira dengan evaluasi terus menerus yang kami lakukan menu itu akan mencapai ke standar yang kami tetapkan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.