TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim Persmin Minahasa enggan berpuas diri atas hasil positif yang di raih, pada laga persahabatan melawan Persma 1960 di Stadion Klabat Manado Sabtu 28 Februari 2026.
Tim besutan Marthen Tao menang 2:1, di laga persahabatan tersebut.
Sebelum laga di mulai, sempat hujan ringan.
Baca juga: Persmin Minahasa Tumbangkan Persma 1960 Skor 2:1, Simak Jalannya Pertandingan
Dan saat laga berlangsung pancaran sinar matahari muncul.
Meski sesekali ada gerimis yang terbawa angin hingga ke lapangan hijau di stadion Klabat Manado.
Stadion kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini berada di Ranotana, Kecamatan Sario Kota Manado.
Stadion tersebut berjarak 900 meter dari Patung Sam Ratulangi, dapat ditempuh dalam waktu 3 menit menggunakan kendaraan bermotor.
Menanggapi hasil tadi, pelatih Persmin Minahasa Marthen Tao bilang, uji coba tersebut sangat luar biasa.
Baik permain kedua tim hingga dukungan kedua suporter.
Selama pertandingan berlansung, kedua suporter tak hentinya menyoraki masing-masing tim dari tribun sebelah kanan dan kiri VIP Stadion Klabat.
Suporter Persmin Minahasa berada di sebelah kanan VIP Tribun Stadion, sementara suporter Persma 1960 berada disamping kiri Tribun VIP Stadion.
Masing-masing suporter membawa alat musik seperti drum bas dan senar hingga peneras suara.
Selama pertandingan memberikan yel-yel, dalam bentuk lagu maupun slogan.
Kembali ke wawancara dengan pelatih Persmin Marthen Tao bilang, hasil ini bukan menjadi patokan.
"Nanti kompetisi sesungguhnya ( liga 4 ) ada didepan. Hasil ini menjadi bahan evaluasi sambil terus melakukan persiapan," kata Marthen Tao.
Saat wawancara sayup - sayup hingga eforia kemenangan terdengar dan terlihat dari pendukung Persmin di tribun.
Dari pinggir lapangan, para pemain dan official Persmin sempat memberikan penghormatan kepada suporter usai laga.
"Persiapan satu bulan, puji Tuhan hari ini apa yang kami terapkan kepada bisa dilaksanakan dengan baik," kata dia.
Sembari menambahkan, dari laga persahabatan tersebut ada banyak catatan dan evaluasi.
Saat diwawancara hujan mulai turun di lapangan Stadion Klabat Manado.
Lanjut Marthen Tao, yang diwawancara memakai topi warna hitam dan kaos warna hitam berlogo Persmin, nantinya akan dilakukan perbaikan dalam latihan.
Di antaranya lini mana saja yang kurang, akan diperbaiki sambil menunggu kapan kompetisi Liga 4 akan di helat.
"Kami harapnya kompetisi bisa secepatnya, karena kalau terlalu lama juga kita jenuh," harapnya.
Lanjut pelatih berdarah Papua ini, untuk materi pemain akan menjadi bahan evaluasi coaching staf.
Sosok Pelatih Persmin Minahasa Marthen Tao, merupakan mantan penyerang lincah asal Papua.
Ia tercatat sebagai legenda club Arema Malang, dan terkenal sebagai supersubdan penentu gelar juara
Divisi I 2004 serta Copa Indonesia 2005 dan 2006.
Selama menjadi pemain profesional, Marthen Tao identik dengan rambut pirang.
Dikutip dari Instagram Malang Kota Bola, pemain dengan julukan "koyok Eto'o" (seperti Eto'o) oleh Aremania, memulai karier di PKT Bontang (1999–2003).
Ia sempat melewati era emas ketika berseragam Arema, di tahun 2004-2006.
Bergabung di putaran kedua Liga Pertamina Divisi I 2004, mencetak gol penentu kemenangan di final Divisi I 2004.
Membawa Arema juara Copa Indonesia 2005 dan 2006, menyumbangkan 12 gol selama tiga musim bersama Singo Edan.
Pasca Arema, ia sempat perkuat PSIS Semarang 2007-2008 dan Persiram Raja Ampat 2008-2012 sebelum pensiun.
Usai pensiun sebagai pemain, Marthen Tao masih terlibat di dunia persepakbolaan tanah air di jalur pelatih.
Dan pada musik 2026, menjadi pelatih kepala tim Persmin Minahasa.
Persmin Minahasa adalah satu di antara club peserta Liga 4 Sulut musim 2026. (CRZ)