TRIBUNNEWS.COM - Situasi yang jarang terjadi pada bintang Real Madrid, Kylian Mbappe. Ia merasakan sakit yang berkepanjangan untuk pertama kalinya pada musim ini dalam karier sepak bola profesionalnya.
Kylian Mbappe tidak pernah absen jangka panjang atau yang berkelanjutan dalam satu kalendar kompetisi.
Tapi kali ini berbeda. Ketika ia melangkah jauh dari 'rumah' Prancis ke Spanyol dengan bergabung ke Real Madrid, dinamika berubah. Zona nyaman yang dulu ia temui di Monaco dan PSG tak ada lagi di Real Madrid.
Selama ini, salah satu kekuatan terbesar dari seorang Kylian Mbappe adalah faktor fisiknya.
Bukan hanya kecepatan yang menjadi andalan, tetapi juga tenaganya yang membuat ia masuk dalam salah satu penyerang paling produktif di Eropa.
Ia juga dikenal sebagai pemain yang tidak rentan dan tahan terhadap cedera.
Dalam sepuluh tahun berkarier di level tertinggi kompetisi, sangat jarang sekali mendapati Mbappe absen dalam waktu yang lama dan mengalami masalah fisik yang serius.
Sekalipun cedera, masa pemulihannya juga terhitung singkat.
Namun tidak untuk saat ini. Situasinya berbeda.
Dalam tiga bulan terakhir, Kylian Mbappe sudah lima kali mengalami masalah di bagian lutut kirinya, menurut laporan media Spanyol, Marca.
Kondisi tersebut berdampak terhadap performa terbaiknya di lapangan.
Tidak hanya itu, cedera lutut yang ia alami juga mengganggu konsistensi yang selama ini melekat kepada dirinya.
Yang membuat situasi ini semakin berat adalah lamanya waktu absen.
Periode Desember-Januari, Mbappe mengalami cedera lutut yang membuatnya harus menepi sekitar 15 hari.
Ditambah pada periode akhir Februari dan diperkirakan kembali pada awal Maret mendatang.
Bahkan sebelum musim kompetisi berakhir, Mbappe sudah melampaui rekor pribadinya untuk menepi menjalani pemulihan.
Catatan terburuk terjadi pada musim 2019/2020. Saat itu Mbappe absen secara total 51 hari karena cedera hamstring dan paha.
Setelah itu tiga musim di PSG, Mbappe hanya tercatat absen dalam 42 hari untuk menjalani pemulihan. Jumlah tersebut adalah akumulasi dari 3 musim.
Pada musim lalu di Real Madrid Mbappe menepi 24 hari karena faktor fisik.
Puncaknya musim ini dia telah mengumpulkan 53 hari karena delapan masalah fisik.
Oleh karena itu, musim ini menjadi kondisi yang jarang terjadi pada Kylian Mbappe.
Ia lebih sering melihat namanya tidak ada dalam line-up daripada di starting XI.
Cedera ini diduga berawal pada Desember lalu ketika Real Madrid melawan Celta Vigo dalam sebuah benturan yang memicu masalah di lutut kirinya.
Mbappe sempat absen melawan Man City di babak league phase Liga Champions. Lalu kembali bermain, dan muncul lagi setelah Natal.
Hasil MRI Mbappe menunjukkan bahwa ada gangguan pada ligamen lateral luar yang membuatnya harus menjalani pemulihan.
Kondisi tersebut terjadi berulang kali, seakan kambuhan, sehingga membuatnya harus menepi melawan sejumlah laga besar, yakni Atletico Madrid, Barcelona, Sociedad, hingga Benfica pada leg kedua playoff 16 besar Liga Champions.
Sebagai penutup menurut media tersebut, ini jelas kondisi sulit yang diterima Mbappe. Pemain yang terbiasa menjadi andalan tetapi harus terbiasa dengan gangguan cedera.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi ritmenya, tetapi juga bisa berdampak kepada kepercayaan dirinya.
Bahkan yang lebih jauh, Mbappe bisa saja absen di Piala Dunia 2026 untuk membela timnas Prancis.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa pernah mengungkapkan, cedera yang dialami Mbappe hanya cedera ringan.
Namun kondisinya tidak nyaman untuk bermain.
Oleh karena itu Real Madrid tidak akan memaksakan untuk pemain berusia 27 tahun tersebut berada di lapangan.
"Ketika dia diistirahatkan, itu karena kami pikir dia perlu istirahat, dan itu yang terbaik untuknya," beber Arbeloa, dikutip dari Managing Madrid usai melawan Benfica.
"Jika kita ingin menyebutnya cedera, bias. tapi saya harap itu tidak terlalu serius, hanya cedera ringan, sehingga dia bisa kembali dalam beberapa hari atau minggu," tambahnya.
Kylian Mbappe diperkirakan absen pada pertandingan melawan Getafe di Santiago Bernabeu pada Selasa (3/3) mendatang.
(Tribunnews.com/Sina)