Nelayan Bulukumba Selamat Setelah 10 Jam Terapung di Laut, Kapal Dihantam Ombak 2,5 Meter
Muh Hasim Arfah February 28, 2026 11:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM – Seorang nelayan asal Jalan Sungai Kapuas, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Ahmad Ikbal, selamat setelah kapalnya tenggelam dihantam gelombang tinggi, Jumat (27/2/2026).

Perahu jenis jolloro yang digunakan Ahmad Ikbal terbalik dan tenggelam setelah diterjang ombak setinggi sekitar 2,5 meter sekitar pukul 07.00 Wita.

Peristiwa itu terjadi di perairan Bulukumba, kurang lebih 3 mil dari Pantai Bintarore.

Saat kapal terbalik, Ahmad Ikbal berupaya menyelamatkan diri dengan memanfaatkan pipa penyeimbang perahu sebagai pelampung.

Ia pun terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih 10 jam.

“Saya mengapung gunakan pipa perahu saya selama 10 jam,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Bintarore, Sabtu (28/2/2026), sembari memperagakan cara ia bertahan di tengah gelombang.

Ahmad Ikbal akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita, berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi awal tenggelamnya kapal.

Baca juga: Bupati Bulukumba - Wabup Bone Hadir di Hari Jadi Sinjai 2026, Andi Sudirman Rakor Bersama Menhub

Ia ditemukan di perairan sekitar Tanaberu, Kecamatan Bontobahari, oleh pamannya, Sese’, yang turut melakukan pencarian.

Dari kejauhan, korban terlihat masih berpegangan pada pipa perahu dengan kondisi tubuh lemas.

Selama berjam-jam terpapar terik matahari, bahu dan punggungnya mengalami luka akibat sengatan matahari.

Tangan dan kakinya juga mulai kaku karena kelelahan.

“Selama saya mengapung, saya hanya berdoa, Ya Allah jika saya masih dicintai, maka selamatkanlah,” ungkapnya.

Setelah berhasil dievakuasi, Ahmad Ikbal langsung dibawa pulang ke rumahnya di Bintarore untuk mendapatkan perawatan.

Kondisinya kini mulai membaik meski masih dalam pemulihan.

Ahmad Ikbal diketahui menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia beberapa tahun lalu, juga saat melaut.

Ibunya, Indo Sakka, tak henti mengucap syukur atas keselamatan putranya.

“Saya bersyukur anak saya berhasil diselamatkan. Ia satu-satunya tulang punggung saya sejak ayahnya meninggal beberapa tahun lalu,” kata Indo Sakka.

Di tengah rasa syukur tersebut, Indo Sakka berharap adanya uluran tangan untuk membantu kondisi ekonomi keluarganya yang kini semakin sulit pascakejadian tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.