TRIBUNMANADO.CO.ID - Persmin Minahasa mendulang hasil positif dalam laga persahabatan melawan Persma Manado di Stadion Klabat, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu 28 Februari 2026.
Hadir sebagai tamu, skuad berjuluk Manguni Makasiouw itu sukses menceploskan dua gol ke gawang Badai Biru.
Sementara Persma Manado hanya mampu memperkecil kekalahan lewat satu gol.
Kemenangan ini disambut gembira CEO Persmin Minahasa Renaldo Sengke.
"Kami bersyukur atas kemenangan pada hari ini. Dan kami bersuykur juga atas antusias masyarakat yang menonton pertandingan ini," ucap dia.
Dirinya memuji langkah Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling yang berkomitmen membangkitkan kembali kejayaan sepak bola di tanah Nyiur Melambai.
"Kami juga bersyukur Pak Gubernur telah membangkitkan Sulawesi Utara, sehingga kami Persma dan Persmin bisa berlaga pada Liga 4 yang akan digelar," ujar dia.
Disinggung soal agenda selanjutnya Persmin Minahasa dalam persiapan menghadapi Kompetisi Liga 4, Renaldo Sengke menyebut skuadnya masih akan melakukan laga uji coba.
"Kami masih tetap akan melakukan laga uji coba dengan tim-tim yang ada di Sulawesi Utara," terang dia.
Bicara mengenai Kompetisi Liga 4 di Sulawesi Utara yang belum ada kepastian, Renaldo Sengke menyebut sampai saat ini pihaknya masih diselimuti tanya kenapa belum digelar.
"Harusnya sudah digelar. Karena dalam persiapan Liga 4 di bulan April nanti sudah agenda Nasional. Harusnya PSSI harus cepat laksanakan Liga 4 Sulut, agar kami bisa melakukan persiapan-persiapan," kata dia kepada wartawan, Sabtu 28 Februari 2026.
Lanjut Anggota DPRD Kabupaten Minahasa dari Partai Demokrat ini, kompetisi regional Liga 4 Sulut harusnya segera digelar.
Pasalnya pada April kompetisi tingkat Nasional sudah digelar yang nantinya tim terbaik di regional daerah mewakili provinsi Sulut akan berlaga di sana.
"Liga 4 Sulut harus secepatnya digelar, agar nanti klub perwakilan Sulut di ajang Nasional berkualitas," kata dia.
Bermain di kandang, Tim Persma 1960 yang dilatih Feryandes Rozialta menggenakkan jersey baju kuning dan celana kuning, langsung berinisiatif menyerang sejak awal babak pertama.
Namun, tim lawan Persmin Minahasa yang menggunakan seragam baju biru celana biru, mampu mematahkan serangan Skuad Badai Biru.
Sejumlah peluang lahir dari kedua tim, namun belum menjadi gol.
Puncaknya di saat tim Persma 1960 dihadiahi penalti oleh wasit Liga 1 Tommy Manggopa yang pimpin jalannnya laga.
Guntur Kapten tim Persma 1970 pemain nomor 25, dipercayakan menjadi algojo eksekusi Penalti.
Sayangnya, sepakan kaki kiri sang kapten Persma dengan nomor punggung 25 itu melambung tinggi di atas gawang Persmin Minahasa.
Babak pertama kedudukan imbang 0:0, untuk kedua tim.
Memasuki babak kedua, tim berjuluk Manguni Makasiow melakukan pergantian pemain.
Jalannya laga awal kedua terliat melambat ketimbang babak pertama.
Tim tuan rumah Persma 1960 yang melakukan set up serangan dari tengah lapangan mampu digagalkan pemain Persmin.
Namun bola jatuh di kaki pemain Persma, dan sempat lolos dari penjagaan pemain Persmin sehingga memiliki peluang untuk menyerang ke jantung pertahanan lawan.
Peluang untuk tim Persma harus dihentikan oleh Vendy pemain belakang Persmin nomor punggung 3. Ia menahan laju pergerakan pemain Persma hingga terjatuh.
Hal tersebut membuahkan pelanggaran untuk Persma dan pemain nomor 3 Persmin diganjar dengan kartu merah.
Bermain dengan 10 pemain, tim besutan Marthen Tao, tak kehilangan semangat.
Mereka justru mampu mencetak dua gol dari kaki pemain nomor punggung 7 Michael Saupeh pada menit ke 67 dan 84.
Tertinggal dua gol, tim Persma 1960 terus menggempur pertahanan Persmin Minahasa.
Walhasil, di sisa 8 menit babak kedua pemain Persma nomor 9 berhasil memperkecil ketertinggalan.
Gol tersebut lahir dari sundulannya memanfaatkan sepak pojok di sebelah kanan gawang Persmin.
Skor 2:1 tak berubah hingga wasit Tommy Manggopa meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. (TRIBUNMANADO: Christian Wayongkere/Rizali Posumah)