TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pihak kepolisian akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait video viral seorang wanita yang mengaku diadang sekelompok pria diduga debt collector di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (26/2/2026).
Setelah melakukan penelusuran mendalam, polisi mengungkap fakta yang berbeda dari narasi pembegalan yang beredar luas di media sosial.
Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menegaskan bahwa peristiwa yang sempat meresahkan warga tersebut bukanlah aksi pembegalan sebagaimana yang dikhawatirkan masyarakat.
Kepastian ini didapat setelah anggota kepolisian melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata guna memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut.
"Bukan begal, anggota sudah ke sana," ujar Arfan saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).
Arfan menjelaskan bahwa narasi yang beredar mengenai adanya kawanan begal yang mencoba merampas kendaraan adalah tidak benar. Menurutnya, kegaduhan tersebut murni dipicu oleh kesalahpahaman antara pengendara dan kelompok pria yang ada di lapangan.
"Bukan begal, jadi hanya diteriaki saja. Terkait dengan itu, hanya miskomunikasi saja. Tidak ada begal," tegasnya guna menenangkan keresahan publik.
Selain memastikan ketiadaan unsur pidana begal, polisi juga mengungkap fakta bahwa hingga saat ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan secara hukum.
Wanita yang sebelumnya merasa terancam tersebut dilaporkan tidak membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
"Tidak ada laporan juga," singkat Arfan.
Meski tidak ditemukan bukti adanya tindak pidana, pihak kepolisian tetap turun tangan untuk memastikan ketertiban di wilayah Cengkareng tidak terganggu oleh isu-isu serupa di masa mendatang.
"Ya (penanganannya) tidak ada karena tidak ada laporan. Kami lakukan pembinaan, kami mintai keterangan juga (kepada para pihak)," tambah Arfan mengenai langkah preventif yang diambil kepolisian.
Baca juga: Mahasiswa Sindir Polisi Bersorban di Mabes Polri: Jangan Karena Baju itu Kalian Bisa Ambil Hati Kami
Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan oleh pengakuan seorang wanita yang merasa diadang sekelompok pria yang diduga sebagai penagih utang (debt collector).
Wanita tersebut bercerita bahwa motornya dihentikan dengan dalih adanya tunggakan cicilan, padahal ia merasa kendaraan tersebut sudah lunas.
Karena merasa terancam, ia kemudian berteriak "Maling!" yang seketika mengundang perhatian warga sekitar.
Hal ini membuat kelompok pria tersebut langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor sebelum situasi memanas lebih jauh.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak kepolisian ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi viral yang belum terverifikasi kebenarannya di lapangan.