TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, dikabarkan telah mengunci 18 nama yang hampir pasti masuk dalam skuad final 26 pemain untuk Piala Dunia 2026.
Menariknya, mayoritas pemain yang diproyeksikan tampil di turnamen tersebut saat ini berkarier di Liga Inggris.
Dari 18 nama yang disebut, delapan di antaranya merumput di Premier League, menunjukkan kuatnya pengaruh kompetisi Inggris dalam kerangka skuad Brazil, seperti yang dilaporkan oleh ESPN.
Klub-klub besar Inggris turut menyumbang sejumlah pemain.
Manchester United sendiri mengirim Matheus Cunha dan Casemiro.
Sementara Chelsea menyumbang tiga nama: Andrey Santos, Joao Pedro, dan Estevao. Sedangkan Arsenal mengirim duo Gabriel, yakni Gabriel Martinelli dan Gabriel Magalhaes.
Dengan Arsenal, Chelsea, dan Manchester United tengah berada dalam performa kompetitif musim ini, tak mengherankan jika Ancelotti memberi kepercayaan kepada para pemain yang berkiprah di Britania Raya.
Di sektor depan, Brasil memiliki kombinasi pemain muda dan bintang matang seperti Vinicius Junior dan Estevao. Variasi ini memberi fleksibilitas taktik bagi Ancelotti, baik dalam skema tiga penyerang maupun formasi yang lebih dinamis.
Di lini tengah, kehadiran Casemiro membawa pengalaman dan mental juara, sementara Andrey Santos menawarkan energi, kreativitas, dan kontrol permainan.
Sektor pertahanan tetap dihuni nama-nama mapan seperti Eder Militao, Gabriel Magalhaes, dan Marquinhos.
Sementara di bawah mistar, posisi utama hampir pasti menjadi milik Alisson Becker, yang konsisten tampil di level elite Eropa.
Dengan delapan slot tersisa untuk melengkapi 26 pemain, persaingan menuju skuad final dipastikan semakin ketat. Namun fondasi 18 nama ini sudah membentuk kerangka tim yang solid.
Dominasi pemain Premier League dalam skuad ini menegaskan betapa kompetisi Inggris menjadi tulang punggung generasi terbaru Brasil.
Jika mampu memadukan pengalaman, kedalaman skuad, dan fleksibilitas taktik, Selecao berpeluang besar kembali memburu gelar juara dunia di Piala Dunia 2026.
Baca juga: 100 Hari Menuju Piala Dunia 2026, Meksiko Dibayangi Teror Kartel
Kiper:
Belakang:
Tengah:
Penyerang:
Timnas Brasil tergabung dalam Grup C di Piala Dunia 2026, bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
Grup ini di atas kertas memang menjadi milik Brasil.
Namun, Maroko jelas bukan lawan sembarangan dan layak disebut sebagai unggulan kedua yang berbahaya, terutama setelah kejutan sensasional yang mereka ciptakan pada Piala Dunia 2022 dengan menjadi negara Afrika pertama yang menembus babak semifinal.
Brasil datang dengan ambisi besar. Penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih menjadi sinyal kuat bahwa Selecao menargetkan gelar keenam dalam sejarah mereka.
Mantan pelatih Real Madrid itu diyakini cukup puas dengan hasil undian yang juga mempertemukan Brasil dengan Skotlandia dan Haiti.
Haiti akan mencatat momen bersejarah dengan tampil kembali di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1974. Sementara itu, Skotlandia akhirnya kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah absen sejak 1998.
Kedua tim tersebut dijadwalkan saling berhadapan pada laga pembuka grup, sebuah pertandingan krusial karena kemenangan akan menjadi modal besar menuju fase gugur. Tiga poin di laga pertama bisa sangat menentukan arah persaingan.
Secara keseluruhan, duel Brasil kontra Maroko diprediksi menjadi penentu utama juara grup.
Maroko tentu percaya diri mampu mengulang kejutan seperti di 2022, terlebih Brasil berada dalam tekanan besar untuk mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2002.
Meski Brasil dan Maroko difavoritkan, Skotlandia tetap tidak boleh dipandang sebelah mata.
Semangat juang dan determinasi tinggi menjadi kekuatan utama mereka, terlebih setelah berhasil mengamankan tiket Piala Dunia 2026 dengan menyingkirkan Denmark, yang akhirnya harus menempuh jalur play-off.
Grup C pun berpotensi menghadirkan drama sejak pertandingan pertama dimulai.
(Tribunnews.com/Ali)