TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Tak terasa tersisa 19 hari lagi, bulan Ramadan 2026 akan segera berakhir.
Umat Muslim sudah memasuki 11 Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Pada puasa ke-11 tersebut bertepatan dengan, Minggu (1/3/2026).
Umat Muslim dianjurkan untuk semakin giat beribadah.
Selain kualitas, kuantitas seseorang dalam beribadah pun harus dilakukan.
Apalagi bulan Ramadan adalah momen penuh keberkahan.
Ramadan menjadi sangat spesial, karena hanya terjadi satu tahun sekali.
Baca juga: Catat! Jadwal Imsak dan Magrib Buka Puasa Jelang Akhir Ramadan 2026 di Muna Barat Sulawesi Tenggara
Selain itu, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya untuk seluruh umat yang bertobat dan melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh.
Mencapai hikmat dan nikmatnya beribadah tentu saja dilakukan dengan serius.
Ibadah di bulan suci Ramadan ini bukan hanya berpuasa.
Banyak hal yang bisa dilakukan umat Muslim untuk mendapatkan ampunan Allah.
Agar pada saat perayaan Idul Fitri, umat Muslim kembali suci dari segala dosa-dosa dunia.
Anda bisa melakukan sejumlah ibadah lainnya selain berpuasa.
Namun perlu diingat bahwa puasa adalah kewajiban setiap umat Muslim di seluruh dunia.
Untuk mengejar ampunan Allah dan memperbanyak pahala, ibadah dalam dilakukan malam hari.
Khususnya anjuran-anjuran sunnah.
Pada malam-malam tersebut, pahala amal ibadah dilipatgandakan.
Bahkan diyakini doa lebih mudah dikabulkan, dan pintu ampunan Allah SWT terbuka luas.
Pada malam tersebut, umat Muslim dianjurkan lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT.
Hal ini, agar setiap umat menyempurnakan malam Ramadhan dengan amalan terbaik.
Menurut keterangan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga di siang hari, tetapi juga tentang menghidupkan malam dengan ibadah dan refleksi diri.
Rasulullah SAW memberi teladan dengan memperbanyak ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir.
Berikut lima amalan terbaik untuk menyempurnakan malam Ramadhan:
Shalat Tarawih merupakan ibadah khas Ramadhan yang sangat dianjurkan.
Ibadah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melaksanakan tarawih dengan khusyuk, memahami bacaan, dan menjaga fokus hati akan meningkatkan kualitas ibadah malam.
Setelah tarawih, umat Islam dianjurkan melanjutkan ibadah dengan qiyamul lail.
Bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan shalat tahajud adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Suasana yang tenang membantu seorang hamba bermunajat dengan penuh keikhlasan.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak tilawah menjadi amalan utama.
Tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna ayat-ayatnya agar keimanan semakin kuat dan hubungan dengan Allah SWT semakin dekat.
Dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar dapat dilakukan sepanjang malam.
Memperbanyak doa juga menjadi bagian penting dalam menyempurnakan malam Ramadhan, karena bulan ini adalah waktu terbaik untuk memohon ampunan dan keberkahan hidup.
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menganjurkan i’tikaf.
Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah membantu fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjauhkan diri dari kesibukan dunia.
Melalui lima amalan tersebut, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah dan merasakan ketenangan spiritual yang mendalam.
Malam Ramadhan adalah kesempatan yang datang sekali dalam setahun, sehingga penting dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri dan memperkuat ketakwaan.
(Tribunnews.com/Widya)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)