Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
Tribungayo.com, KUTACANE - Petani kakao di Kabupaten Aceh Tenggara semakin menjerit.
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang di Aceh Tenggara Hari Ini Stabil
Pasalnya, harga komoditas kakao kering di tingkat petani terus merosot tajam.
Saat ini, harga kakao kering di tingkat petani hanya Rp 30.000 per kilogram (Kg).
Kondisi tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat petani, terutama dalam menghadapi bulan puasa Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Asbi, seorang petani kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, mengatakan harga kakao kering di pasaran terus terjun bebas menjelang Lebaran.
"Harga kakao kering di pasaran semakin terjun bebas menjelang Lebaran Idul Fitri.
Kondisi ini tentunya menyebabkan perekonomian masyarakat petani semakin sulit dan membuat petani di Aceh Tenggara menjerit," kata Asbi kepada TribunGayo.com, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Petani di Aceh Tenggara Keluhkan Harga Kakao yang Merosot Tajam Rp 30.000/Kg
Menurutnya, harga kakao tahun ini mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Padahal, sekitar tiga tahun lalu harga kakao di Aceh Tenggara sempat melambung tinggi.
Namun kini, harganya merosot hingga berada di level Rp 30.000 per kg.
Sementara itu, Jati Indra Astuti, seorang tauke kakao di Desa Lawe Loning Aman, mengatakan dua pekan lalu harga kakao kering masih berada di kisaran Rp 36.000 per kg.
Namun, saat ini harga tersebut kembali turun menjadi Rp 30.000 per kg.
"Harga kakao di pasaran Medan lagi turun, makanya ditingkat petani pembelian kakao juga merosot tajam," ungkapnya. (*)
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang Kering di Aceh Tenggara Hari Ini Stabil