MEDAN, TRIBUN - Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Kurash Indonesia Sumatera Utara (Sumut) tetap menjaga ritme persiapan atletnya selama bulan suci Ramadan. Fokus utama mereka adalah menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional Beladiri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara pada akhir Juli hingga Agustus 2026 mendatang.
Sebanyak delapan atlet dipersiapkan untuk tampil pada multievent tersebut, dua di antaranya merupakan atlet beragama Islam yang turut menjalankan ibadah puasa. Meski demikian, program latihan tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian agar kondisi fisik dan teknik para atlet tetap terjaga.
Pelatih Kurash Sumut, Safridoli Tampubolon, menjelaskan bahwa selama Ramadan intensitas latihan fisik memang diturunkan. Namun, fokus latihan justru lebih diarahkan pada penguatan teknik dan variasi serangan. “Selama bulan Ramadan intensitas latihan fisik sedikit kita turunkan, tapi lebih kepada teknik. Variasi-variasi teknik kombinasi serangan kita tingkatkan. Jadi selama Ramadan ini lebih kepada variasi serangan dan counter serangan serta penyempurnaan teknik,” kata Safridoli.
Ia menambahkan, porsi kekuatan fisik hanya diberikan sekitar 50 persen dari biasanya. Selebihnya, latihan diisi dengan simulasi pertandingan guna menjaga insting bertanding para atlet. “Kita ulang-ulang terus tekniknya, dipertajam, tapi power fisik sekitar 50 persen saja. Latihan kita banyak simulasi supaya feeling dan insting mereka tetap terjaga,” jelasnya.
Tak hanya materi latihan yang disesuaikan, jadwal latihan pun mengalami perubahan. Jika sebelumnya latihan rutin dimulai pukul 18.00 WIB, selama Ramadan sesi latihan dimajukan dan diupayakan selesai sebelum waktu berbuka puasa. Langkah ini diambil agar para atlet Muslim tetap memiliki waktu menjalankan ibadah, termasuk salat tarawih. “Sekarang latihan kita sore dan selesai sebelum berbuka. Jadwal kita ubah supaya atlet tetap bisa menjalankan ibadahnya. Program tetap jalan, tapi kita sesuaikan,” katanya.
Baca juga: Suporter Berulah, PSMS Kembali Didenda Rp 30 juta oleh Komisi Disiplin PSSI
Safridoli memastikan hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses latihan meskipun berlangsung di bulan Ramadan. Ia menilai para atlet tetap menunjukkan komitmen dan disiplin tinggi dalam menjalani program yang telah disusun. “Sejauh ini tidak ada kendala. Atlet tetap semangat dan program tetap berjalan sesuai rencana, hanya kita sesuaikan saja,” ucapnya.
Menatap PON Beladiri 2026, Safridoli menyebut sejumlah atlet andalan Sumut sudah cukup siap karena memiliki pengalaman bertanding dan kerap mewakili provinsi di berbagai kejuaraan nasional. Namun, beberapa atlet lainnya masih perlu dipoles agar mampu menyamai bahkan melampaui capaian para seniornya. “Memang ada beberapa atlet yang sudah jadi andalan dan sering mewakili Sumut. Tapi yang lainnya masih kita poles lagi supaya kemampuan mereka bisa mengejar atlet-atlet utama kita,” jelasnya.
Untuk target di PON Beladiri nanti, Kurash Sumut memasang ambisi tinggi. Mereka membidik minimal dua medali emas, terutama dari kelas-kelas yang selama ini menjadi andalan. “Target kita dua medali emas. Kita kuat di kelas -52 kilogram putri dan -73 kilogram putra. Bahkan di -81 kilogram juga ada potensi kejutan,” tegas Safridoli.
Dengan persiapan yang tetap konsisten meski di tengah Ramadan, Pengprov Ferkushi Sumut optimistis mampu memberikan hasil maksimal dan mengharumkan nama Sumatera Utara di pentas nasional pada PON Beladiri 2026 mendatang. (cr29/Tribun-Medan.com)