Suporter Berulah, PSMS Kembali Didenda Rp 30 juta oleh Komisi Disiplin PSSI
Truly Okto Hasudungan Purba March 01, 2026 01:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menjatuhkan sanksi denda kepada PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Sanksi tersebut diberikan menyusul pertandingan kandang PSMS saat menjamu FC Bekasi City pada 30 Januari 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI, terdapat dua bentuk pelanggaran yang dilakukan suporter PSMS Medan dalam laga tersebut. Pelanggaran pertama adalah pelemparan satu botol air minum kemasan dari Tribun Timur ke dalam lapangan pertandingan. Atas insiden itu, PSMS Medan dijatuhi sanksi denda sebesar Rp15 juta.

Selain itu, Komdis juga mencatat adanya suporter yang menyanyikan yel-yel bernada provokatif serta menghina perangkat pertandingan. Untuk pelanggaran kedua ini, PSMS kembali dikenai denda sebesar Rp15 juta. Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut mencapai Rp30 juta.

Sanksi ini bukan kali pertama diterima PSMS Medan dalam laga kandang musim ini. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu juga kerap mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI akibat pelanggaran yang melibatkan oknum suporter.

Menanggapi keputusan tersebut, Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengaku pihaknya menghormati hasil sidang Komdis. Terkait yel-yel yang dinilai provokatif, Fendi menyebut dirinya tidak mengetahui secara rinci bentuk maupun kata-kata yang dianggap melanggar.

“Kalau yel-yel, saya juga tidak tahu mau gimana lagi. Saya rasa hampir setiap klub bola yang punya suporter pasti ada yel-yel seperti itu kalau hasilnya tidak memuaskan. Jadi saya tidak tahu kata-katanya seperti apa yang dianggap provokatif terhadap perangkat pertandingan. Kalau wasitnya dianggap tidak memuaskan, hampir semua suporter klub juga melakukan hal seperti itu,” ujarnya.

Baca juga: PBVSI Sumut Gelar Pelatihan untuk Pelatih dan Wasit di Sipirok

Sementara mengenai insiden pelemparan botol, Fendi menegaskan manajemen sudah melakukan penelusuran bersama panitia pelaksana (panpel). Ia menjelaskan bahwa pihak klub telah mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) dan mengidentifikasi lokasi asal lemparan tersebut.

“Pelemparan itu sudah kami cek dari CCTV, berasal dari Tribun Timur paling ujung dekat Utara. Ada beberapa oknum yang memang terlihat melempar botol,” katanya. 

Ada Celah Dalam Pengawasan

FENDI menambahkan, insiden tersebut diduga terjadi pada babak kedua ketika ada celah dalam pengawasan. Menurutnya, kemungkinan botol bisa lolos karena suporter sempat keluar tribun lalu kembali masuk dengan membawa minuman. “Makanya lolosnya botol itu karena di babak kedua mereka keluar, mungkin beli atau bagaimana. Di situnya kemarin agak longgar. Sekarang harus kita perketat lagi,” ucapnya.

Fendi menegaskan, manajemen telah menginstruksikan panpel untuk meningkatkan pengawasan dan memperketat pemeriksaan barang bawaan suporter, termasuk botol minuman dan benda-benda lain yang berpotensi membahayakan.

Ia juga menyinggung bahwa pada laga kandang berikutnya saat menghadapi Sumsel United FC, pengamanan sudah diperketat. Bahkan, petugas sempat mengamankan suporter yang kedapatan membawa flare ke dalam stadion. “Ya, saya sudah bicara kepada panpel untuk lebih ketat lagi terkait botol dan lain-lainnya. Kemarin juga pas lawan Sumsel ada yang ditangkap karena membawa flare. Jadi memang semakin diperketat,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.