PBVSI Sumut Gelar Pelatihan untuk Pelatih dan Wasit di Sipirok
Truly Okto Hasudungan Purba March 01, 2026 01:27 AM

MEDAN, TRIBUN - Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara (Sumut) menjadwalkan akan menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit tingkat daerah di Sipirok pada 7-11 Mei 2026 mendatang. Kegiatan tersebut akan dirangkai bersamaan dengan pelaksanaan Kejuaraan Bola Voli Raja Inal Cup III Tahun 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Sumatera Utara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor perwasitan dan kepelatihan, yang dinilai masih belum merata di sejumlah wilayah.

Kabid Perwasitan Pengprov PBVSI Sumut, Bambang Sarianto, menyampaikan bahwa pihaknya berharap peserta pelatihan dapat berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Namun demikian, prioritas utama tetap diberikan kepada daerah-daerah di wilayah IV yang saat ini masih kekurangan wasit dan pelatih.

“Kita berharap pesertanya ini bisa hadir dari seluruh Sumatera Utara, tapi memang kita utamakan yang dari wilayah 4 seperti dari Sidempuan, Madina, Tapsel sebagai tuan rumah, Labuhan Batu, Labura, Labusel dan Tanjung Balai,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, tuan rumah Tapanuli Selatan (Tapsel) diharapkan dapat memaksimalkan kesempatan tersebut karena kebutuhan wasit di daerah itu masih cukup tinggi. “Tapi yang paling utama kalau bisa tuan rumah Tapsel bisa ikut serta dalam pelatihan ini karena mereka memang masih kekurangan wasit,” tambahnya.

Pelaksanaan pelatihan yang dirangkai dengan Raja Inal Cup III dinilai menjadi momentum strategis. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori di kelas, tetapi juga bisa langsung menyaksikan dan mempelajari penerapan aturan dalam pertandingan resmi.

“Latihan ini akan kita gelar sekaligus dengan Raja Inal Cup. Jadi mereka nanti bisa sekaligus menyaksikan pertandingan secara langsung, minimal mereka bisa melihat aturan-aturan di permainan bola voli itu sendiri,” jelas Bambang.

Baca juga: Siap Hadapi Ketatnya Persaingan di Asia, Reza Pertama Kali Dipanggil Pelatnas Asian Para Games

Dengan konsep tersebut, katanya, peserta diharapkan lebih mudah memahami regulasi permainan, mekanisme kepemimpinan pertandingan, hingga pengambilan keputusan di lapangan. Untuk biaya pendaftaran, panitia menetapkan sebesar Rp1.750.000 per peserta. Biaya tersebut sudah mencakup penginapan, konsumsi, baju peserta, alat tulis kantor (ATK), serta sertifikat.

“Kalau pendaftaran itu harganya Rp1.750.000, sudah include di dalam itu penginapan, makan, baju peserta, kemudian ATK dan juga ada sertifikat. Jadi nanti mereka sudah bisa menjadi wasit bola voli indoor tingkat provinsi Sumatera Utara,” paparnya.

Dijelaskannya, Pengprov PBVSI Sumut membuka kuota seluas-luasnya tanpa pembatasan jumlah peserta. Namun, tetap ada skala prioritas bagi wilayah yang dinilai masih minim tenaga wasit dan pelatih.

“Untuk kuota kita buka sebanyak-banyaknya, tidak tertutup. Jadi kita buka untuk sebanyak-banyaknya siapa yang mau ikut silakan, tapi yang kita utamakan itu dari wilayah 4 yang masih kurang wasit dan pelatih,” katanya.

Bambang juga berharap dari pelatihan di Sipirok ini akan lahir wasit-wasit muda potensial, terutama dari wilayah III dan IV. Ia menyebut, daerah sekitar Danau Toba yang jaraknya tidak terlalu jauh juga diharapkan dapat mengirimkan perwakilan.

“Harapan kita dengan terlaksananya nanti kursus di Sipirok ini untuk daerah wilayah 4 agar muncul wasit yang baru-baru dan yang muda-muda. Berharap juga nanti ada dari beberapa daerah wilayah 3 seputaran Danau Toba yang lokasinya tidak terlalu jauh bisa ikut serta sehingga bisa muncul wasit-wasit potensial,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.