TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lembaga kemanusiaan MyFundAction Indonesia terus mempertegas komitmennya dalam menebar manfaat.
Tidak hanya menyentuh pelosok Nusantara, aksi nyata lembaga ini kini merambah hingga ke kancah internasional guna menjawab berbagai krisis kemanusiaan yang mendesak.
Dalam momentum Grand Iftar Ramadan: A Night of Gratitude & Impact yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026), MyFundAction memaparkan sejumlah capaian krusial sepanjang tahun lalu serta rencana strategis mereka ke depan.
Dua isu utama yang menjadi sorotan adalah penanganan krisis air bersih di Papua dan bantuan berkelanjutan bagi pengungsi Palestina di Gaza.
Branch Manager MyFundAction Indonesia, Rimanda Putra, menjelaskan bahwa penyediaan sarana air bersih menjadi prioritas utama di wilayah Indonesia Timur.
Tantangan geografis dan minimnya infrastruktur membuat warga, terutama di Sorong, Papua Barat Daya, harus berjuang ekstra demi mendapatkan air layak konsumsi.
"Fokus utama program air kami memang di Indonesia Timur. Masalahnya beragam, mulai dari ketiadaan sumber air hingga kondisi air yang sangat keruh dan tidak layak," ungkap Rimanda kepada Tribunnews.
Baca juga: Kemlu RI Tegaskan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Bisa Dihentikan Kapan Saja
Di kancah global, MyFundAction mencatatkan dampak yang signifikan dengan menyentuh kurang lebih 500.000 penerima manfaat di wilayah konflik sepanjang tahun lalu.
Bahkan, sebulan yang lalu tim baru saja kembali dari Mesir untuk meninjau langsung kondisi di kamp pengungsian warga Gaza.
"Fokus internasional kami saat ini adalah distribusi di Gaza, serta kamp pengungsian di Yordania dan Mesir. Kami terjun langsung untuk memastikan intervensi program berjalan efektif," tambah Rimanda.
Ke depan, MyFundAction berencana menghadirkan bantuan yang lebih personal dan berkelanjutan bagi anak-anak korban perang melalui program Sponsor Anak (Orang Tua Asuh).
Program ini bertujuan memberikan perlindungan jangka panjang, selain bantuan rutin berupa paket pangan dan santunan yatim.
Dalam menjalankan visinya, lembaga ini bergerak melalui 26 cabang di seluruh Indonesia dengan mengacu pada empat pilar program utama: