TRIBUNNEWS.COM - Militer Iran telah secara signifikan meningkatkan serangan balasan regionalnya dengan melancarkan "serangan terang-terangan" menggunakan rudal balistik terhadap Uni Emirat Arab.
Menurut Kementerian Pertahanan UEA dan Reuters, sistem pertahanan udara Emirat berhasil mencegat sejumlah rudal yang datang di atas Abu Dhabi dan Dubai hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Saksi mata di ibu kota melaporkan mendengar lima "ledakan" beruntun yang menyebabkan jendela bergetar di seluruh distrik Corniche kota.
Sasaran utama serangan Iran adalah Pangkalan Udara Al Dhafra, pusat operasional utama yang terletak di dekat Abu Dhabi yang menampung Sayap Ekspedisi ke-380 Angkatan Udara AS.
Menurut Defense Industry Europe dan The Guardian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara khusus menargetkan pangkalan tersebut sebagai bagian dari operasi "True Promise 4" mereka.
Sumber militer mengindikasikan bahwa sistem THAAD (Terminal High Altitude Area Defense), yang dioperasikan oleh pasukan Emirat bekerja sama dengan AS, digunakan untuk menetralisir ancaman tersebut.
Baca juga: Terobos Qatar, Rudal Balistik Iran Hancurkan Radar Canggih Amerika FP132 Senilai 1,1 Miliar Dolar
Setidaknya dua rudal balistik dilaporkan dicegat tepat di atas pangkalan tersebut, yang mendukung misi pengintaian dan pengisian bahan bakar udara yang penting bagi pasukan AS di Timur Tengah.
Pemerintah UEA mengutuk serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional." Menurut The Hindu, UEA secara resmi telah menyatakan haknya untuk menanggapi eskalasi ini.
Sebagai langkah keamanan proaktif, regulator penerbangan UEA mengumumkan penutupan sementara dan sebagian wilayah udara nasional, yang menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan di bandara Internasional Dubai (DXB) dan Abu Dhabi (AUH).
Baca juga: Rusia Kutuk Serangan Militer AS dan Israel Terhadap Iran
Pada 28 Februari, Israel melakukan serangan terhadap Teheran. Amerika Serikat menyatakan dukungan untuk operasi tersebut dan mengumumkan "Operasi Epic Fury."
Presiden AS Donald Trump menuduh Iran "mendanai dan melatih" militan di Suriah, Lebanon, Irak, dan Hamas di Palestina.
Trump mengatakan tujuan operasi militer AS adalah "penghancuran industri dan armada rudal Iran" dan "memastikan ketidakmampuan Iran untuk menggoyahkan stabilitas dunia."
Sumber: