BOLASPORT.COM - Tidak bisa dipungkiri bahwa suporter menjadi nyawa penting bagi sebuah klub untuk mendapatkan prestasi di masa depan, seperti yang diharapkan oleh Persipura Jayapura.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengatakan suporter menjadi kekuatan utama bagi pemasukkan keuangan klub.
Diakui Owen, dukungan penuh suporter bisa menjadi fondasi penting dalam keberlangsungan tim berjulukkan Mutiara Hitam.
Ia menyebutkan atmosfer di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, saat bermain kandang serta loyalitas fans dalam membeli merchandise resmi merupakan faktor penting untuk menjaga stabilitas finansial.
Kepada BolaSport.com, di sepak bola Indonesia dukungan penuh suporter menjadi aset penting bagi Persipura. Kolaborasi yang signifikan akan membawa sebuah prestasi bagi Ramai Rumakiek dkk.
Sejauh ini dukungan suporter Persipura sangat diapresiasi Owen.
Ia menyebut suporter sudah menunjukkan ketika di laga kandang, Persipura memecahkan jumlah penonton di Championship 2025/2026.
Adapun Persipura kini tengah berjuang untuk promosi ke Super League musim depan.
Prestasi itu bisa didapatkan Persipura karena saat ini berada di papan atas klasemen sementara Grup Timur Championship 2025/2026.
Saat ini kata Owen, Persipura masih mengandalkan dukungan dari pihak sponsor.
Namun untuk ke depan, suporter yang harus menjadi peran utama membantu Persipura bersaing di sepak bola Indonesia.
"Menurut saya, memang benar lebih dari 50 persen pemasukan biasanya berasal dari sponsor."
"Tapi pertanyaannya, apakah itu sehat?"
"Menurut saya tidak terlalu sehat,” ujar Owen.
Owen menilai ketergantungan berlebih terhadap sponsor membuat klub rentan secara ekonomi.
Ketika sponsor menarik dukungan, kondisi finansial tim bisa langsung terguncang.
Oleh karena itu, Owen memiliki prinsip berbeda dalam membangun struktur pendapatan klub di masa depan.
"Saya pribadi lebih memilih komposisi sekitar 30 persen dari sponsor dan 70 persen dari aktivitas bisnis klub sendiri,” kata Owen.
Menurutnya, angka tersebut merupakan rasio ideal agar klub dapat berdiri lebih mandiri sekaligus memiliki ruang inovasi.
Ia menyebut sejumlah sektor yang dapat menjadi sumber pemasukan berkelanjutan.
Contohnya penjualan merchandise resmi, program pembinaan usia muda, penjualan tiket pertandingan, kerja sama penempatan brand, hingga pengembangan unit bisnis seperti kafe klub atau model waralaba.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan tren modern pengelolaan klub profesional di berbagai negara.
Dimana klub tidak hanya berfungsi sebagai tim olahraga, tetapi juga sebagai entitas bisnis yang memiliki ekosistem ekonomi sendiri.
Owen juga menekankan bahwa keberhasilan strategi tersebut sangat bergantung pada keterlibatan suporter.
Baginya, kehadiran penonton di stadion bukan sekadar dukungan moral bagi pemain, melainkan bagian dari sistem ekonomi klub.
Ia menambahkan Persipura memiliki basis penggemar yang loyal dan potensial untuk menjadi kekuatan utama dalam membangun model bisnis klub yang berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang tepat, dukungan tersebut diyakini mampu mengangkat performa tim sekaligus memperkuat struktur finansial.
"Hal-hal seperti inilah yang seharusnya bisa menghasilkan sekitar 70% revenue klub," tutup Owen.